Dampak Pandemi, NTB Revisi Target Pertumbuhan Ekonomi

H. Amry Rakhman (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dampak pandemi Covid-19 yang melanda NTB, menyebabkan target pertumbuhan ekonomi menjadi terkoreksi. Pemprov NTB merevisi target pertumbuhan ekonomi menjadi 5 persen hingga 2023 mendatang.

Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M. Si., yang dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 23 September 2020 menjelaskan, dalam RPJMD 2019 – 2023, Pemprov menargetkan pertumbuhan ekonomi NTB tanpa pertambangan bijih logam pada 2023 sebesar 6,5 – 7,0 persen. Namun, akibat pandemi Covid-19, target direvisi menjadi 4,5 – 5,0 persen di tahun 2023.

Iklan

Amry menjelaskan, pada tahun 2020, target pertumbuhan ekonomi NTB direvisi menjadi 2 – 2,5 persen. Target sebelumnya dalam RPJMD sebesar 5 – 5,5 persen. Pada 2021, target pertumbuhan ekonomi NTB direvisi menjadi 3 – 3,5 persen, turun dari target sebelumnya dalam RPJMD sebesar 5,5 – 6 persen.

Sedangkan pada 2022, target pertumbuhan ekonomi NTB direvisi menjadi 4 – 4,5 persen, dari target dalam RPJMD sebesar 6 – 6,5 persen. Amry mengatakan, meskipun NTB masih dilanda pandemi Covid-19,  ekonomi daerah ini diperkirakan tumbuh positif sebesar 2 – 2,5 persen di tahun 2020.

Ia mengatakan, besaran revisi target pertumbuhan ekonomi NTB tersebut masih realistis. Meskipun pandemi Covid-19 belum diketahui akan sampai kapan.

‘’Dengan dasar-dasar pertimbangan tahun ini masih ada pertumbuhan ekonomi. Tahun 2020 sampai 2021, masih setengah dari target sebelumnya dalam RPJMD,’’ katanya.

Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB ini mengatakan, sektor primer dan sekunder diperkirakan masih bisa positif di tengah pandemi Covid-19. Seperti sektor pertanian dalam arti luas, sektor pertambangan dan pengolahan hasil.

‘’Untuk sektor tersier seperti pariwisata, hotel, restoran, transportasi, itu yang sulit untuk positif. Sehingga dari semua sektor yang ada, masih setengahnya positif,’’ ucapnya.

Begitu juga untuk investasi, diperkirakan masih bisa tumbuh positif. Berdasarkan data DPMPTSP, sampai semester I 2020, realisasi investasi di NTB sebesar Rp4,8 triliun.

Menurut Kepala DPMPTSP NTB, Ir. Mohammad Rum, MT, realisasi investasi pada semester I 2020, melampaui capaian realisasi pada periode yang sama tahun 2019 lalu. Di mana, pada semester I 2019, realisasi investasi di NTB hanya mencapai Rp4,6 triliun.

‘’Jadi, capaian semester I tahun ini  lebih bagus dibandingkan semester I tahun lalu. Ini menandakan, Covid-19 tak berpengaruh signifikan terhadap investasi di NTB,’’ kata Rum.

Ia mengatakan, realisasi investasi sebesar Rp4,8 triliun tersebut sebagian besar di bidang pertambangan, pariwisata dan perhubungan. Ia merincikan, pada triwulan I 2020, realisasi investasi di NTB sebesar Rp2,1 triliun, sedangkan pada triwulan I 2019 sebesar Rp1,9 triliun.

Kemudian, pada triwulan II 2020, realisasi investasi di NTB sama dengan triwulan II 2019, yaitu sebesar Rp2,7 triliun. Pada semester I 2020, capaian realisasi di NTB meningkat sebesar Rp200 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sampai akhir 2020, realisasi investasi di NTB ditargetkan sebesar Rp13,5 triliun. Rum mengaku optimis target ini dapat tercapai. Dengan menggenjot realisasi investasi pembangunan smelter di Sumbawa Barat, KEK Mandalika di Lombok Tengah dan kawasan Samota di Pulau Sumbawa.

Berdasarkan data BPS, perekonomian Provinsi NTB yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2020 mencapai Rp 32,79 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 23,07 triliun.

Ekonomi Provinsi NTB triwulan II-2020 dibandingkan triwulan II-2019 mengalami kontraksi 1,41 persen (y o y). Dari sisi Produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai Kategori Pertambangan dan Penggalian sebesar 47,78 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai Komponen Ekspor Luar Negeri sebesar 19,81 persen.

Ekonomi Provinsi NTB triwulan II-2020 dibandingkan triwulan I-2020 tumbuh 0,52 persen (q to q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 31,50. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Luar Negeri tumbuh sebesar 24,05 persen.

Ekonomi Provinsi NTB semester I-2020 terhadap semester I-2019 tumbuh 0,75 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Kategori Pertambangan dan Penggalian sebesar 31,72 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Luar Negeri tumbuh sebesar 5,40 persen. (nas)