Dampak Erupsi Gunung Agung, Hotel Berpotensi Merugi Ratusan Juta

Mataram (suarantb.com) – Erupsi Gunung Agung tak hanya berdampak bagi pariwisata di Bali, Lombok juga tak lepas kena imbasnya. Ribuan kamar hotel yang telah dipesan di Lombok diketahui mengalami pembatalan oleh para tamu. Pembatalan ini diperkirakan menimbulkan kerugian hotel hingga mencapai angka ratusan juta.

General Manager Hotel Santika Mataram, Reza Bovier yang dikonfirmasi suarantb.com membenarkan kerugian yang ditimbulkan akibat erupsi Gunung Agung. Jumlahnya bisa mencapai ratusan juta, jika penutupan LIA maupun Bandara I Gusti Ngurah Rai masih terus berlanjut.

Iklan

“Kerugian bisa mencapai ratusan juta, seperti dulu waktu bencana Gunung Baru Jari. Kalau lagi ramai-ramainya bisa segitu. Sekarang belum ketahuan kerugian berapa, karena belum kita hitung semuanya,” ungkapnya pada suarantb.com, Kamis, 30 November 2017.

Pembatalan kedatangan tamu di hotel yang berlokasi di pusat Kota Mataram ini mayoritas pembatalan meeting atau pertemuan. “Meeting-meeting yang banyak dibatalkan, itu yang paling banyak. Saya menyayangkan karena kita sudah prepare banyak makanan untuk tanggal 30 November ini, tapi dicancel,” kata Reza.

Menurut data dari Indonesian Hotel General Manager Association (IHMGA), melalui Wakil Ketua IHMGA Chapter Lombok, Ernanda Agung tercatat 2.874 kamar dibatalkan. Rinciannya diantaranya yaitu Hotel Aruna 250 kamar, Golden Palace Hotel 475 kamar, Killa Senggigi 458 kamar, Fave Hotel 130 kamar, Qunci Villa 325 kamar, dan Jayakarta Hotel 306 kamar. Sementara di Santika sendiri, hingga tiga hari lalu tercatat 120 kamar dibatalkan calon tamu.

Akibat bencana ini, diperkirakan okupansi Hotel Santika turun mencapai 50 persen. Namun, meski mengkhawatirkan pembatalan kedatangan sejumlah tamu yang terus terjadi, Reza menyatakan pelayanan terbaik diupayakan untuk tamu hotel yang masih tinggal akibat bencana Gunung Agung.

“Yang masih di sini, yang nggak bisa balik dilayani dengan baik, diberi harga spesial. Karena alam memang nggak bisa dilawan,” pungkasnya. (ros)