Dampak Corona, Libur Mahasiswa Ummat Diperpanjang

H. Arsyad Gani. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Dunia Perguruan Tinggi (PT) juga terdampak wabah virus Covid – 19. Seperti Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), mengeluarkan kebijakan meliburkan ribuan mahasiswa hingga akhir Maret mendatang. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ditarik dan wisuda diundur.

Keputusan itu sesuai dengan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang situasi nasional akibat dampak Corona.

Iklan

“Jadi sesuai hasil rapat pimpinan Universitas Muhammadiyah Mataram, kita kurangi interaksi di kampus. Sesuai kalender akademik, seharusnya masuk mulai tanggal 23 Maret, tapi kita undur hingga dua pekan kedepan,” kata Rektor Ummat Dr. H. Arsyad Gani, M.Pd kepada Suara NTB, Senin, 16 Maret 2020.

Surat edaran Rektor Ummat. (Suara NTB/ist

Keputusan lain yang diambil, wisuda mahasiswa sudah dijadwalkan tanggal 21 Maret mendatang. Tapi terpaksa diundur dan direncanakan tanggal 4 April sambil melihat perkembangan kebijakan pemerintah.

Kebijakan yang tidak pernah diambil sebelumnya adalah menarik seluruh peserta KKN. Namun akibat wabah Corona, seluruh mahasiswa KKN yang ditarik dari lokasi, baik di lapangan maupun sekolah sekolah. Mereka tersebar di sejumlah daerah di NTB.

“Ada 147 mahasiswa KKN pendidikan maupun yang tematik kita tarik. Memang KKN tinggal dua pekan berakhir, tapi kami tarik semua. Untuk laporan-laporan mereka disarankan disusun di rumah,” ujar Arsyad Gani.

Namun demikian, pelayanan di Kampus hijau di Jalan KH Ahmad Dahlan Mataram tetap berjalan. Civitas tetap melayani kegiatan kemahasiswaan melalui jalur online. Artinya, kata Rektor, mahasiswa yang diperpanjang liburnya, tetap bisa mengakses pembayaran KRS hingga SPP melalui dalam jaringan (daring). “Isi KRS bisa lewat online. Pembayaran SPP bisa di bank mana saja,” sebut Rektor.

Kewaspadaan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona ini juga berlaku pada semua jajarannya di manajemen Universitas. Jika ada pegawai yang kondisi tubuhnya menurun, disarankan tidak masuk kantor dan fokus berobat di rumah.

  BKKBN Bersama Mitra Kerja Gelar Sosialisasi Pengembangan Program Lini Lapangan di Kampung KB

“Kepada para dosen dan tenaga pendidik, kurangi aktivitas dan bepergian ke luar daerah yang sudah terjangkit Corona,” sarannya.

Sementara di kampus, sudah dilengkapi dengan perangkat pencegahan, seperti thermoscan dan hand sanitizer.

Menurut Rektor, langkah pencegahan itu demi kebaikan seluruh civitas dan ribuan mahasiswa Ummat. Keputusan ini tidak lepas dari situasi nasional dan daerah. Ummat menerima surat edaran dari Menteri Pendidikan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan keputusan Gubernur sesuai hasil rapat dengan OPD.

Sejalan dengan keputusan ini, Rektor akan tetap melakukan evaluasi perkembangan sesuai masa inkubasi virus selama 14 hari. Jika pada periode itu tidak ada warga NTB yang positif corona dan situasi membaik, pihaknya akan memulai aktivitas seperti sedia kala pada awal April mendatang. Jika kemungkinan paling buruk terjadi, Pemda memperpanjang masa tanggap darurat, maka opsi sudah disiapkan, seperti perangkat IT untuk kuliah jarak jauh atau berbasis online. (ars)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here