Dampak Corona, Kunjungan Wisatawan Asia dan Eropa Menurun

Ilustrasi kunjungan wisatawan ke NTB. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dampak penyebaran virus Corona (Covid-19) terhadap penurunan kunjungan wisatawan diakui cukup signifikan. Pasalnya, negara-negara dunia yang menemukan kasus positif virus tersebut mengeluarkan travel warning atau bahkan menutup sama sekali akses keluar-masuk negara tersebut.

‘’Pariwisata kita saat ini memang sedang mengalami turbulensi. Khususnya untuk pasar Asia dan sebagian pasar Eropa,’’ ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, H. L. Moh. Faozal, Senin, 2 Maret 2020. Dikatakan,  beberapa pasar potensial NTB seperti Malaysia dan Singapura telah mengurangi intensitas kunjungan mereka.

Iklan

‘’Bahkan Arab Saudi sekarang membatasi ruang untuk umrah dan lain-lain. Semua itu dampaknya sistematis kepada industri pariwisata kita,’’ ujar Faozal. Satu-satunya solusi yang diharapkan adalah menggarap kembali potensi pasar wisatawan domestik yang disebut tidak terlalu terdampak isu virus Corona.

Dengan program diskon harga tiket pesawat hingga 50 persen yang diberikan pemerintah pusat, penggarapan pasar domestik diharapkan dapat lebih maksimal. Daerah-daerah yang memiliki akses penerbangan langsung ke NTB seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya menjadi target promosi pariwisata saat ini.

‘’Sekarang yang paling penting kita bisa mengisi kekosongan (pasar) mancanegara kita ini,’’ ujar Faozal. Pihaknya sampai saat ini masih memetakan dampak virus Corona terhadap komponen kepariwisataan NTB. ‘’Komponennya tidak hanya hotel. Ada juga jasa angkutan, ekonomi kreatif, itu semua sedang kita hitung berapa sebenarnya dampak kerugian kita,’’ sambungnya.

Terpisah Ketua Asita NTB, Dewantoro Umbu Joka menerangkan, sampai saat ini telah banyak pembatalan pesanan paket wisata untuk pasar mancanegara. Hal tersebut diakui karena beberapa negara mengkhawatirkan penyebaran lebih luas dari Covid-19.

‘’Event-event penting di luar negeri juga banyak yang cancel. Seperti Matta Fair, ITB Berlin juga. Untuk luar negeri pasar Asia dan Eropa kita saat ini memang sangat terganggu karena virus Corona ini,’’ ujar Dewantoro, Senin, 2 Maret 2020.

Penurunan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara itu diakui merupakan dampak dari bencana global. Mengingat banyak negara membatalkan jadwal penerbangan dan mengeluarkan travel warning untuk menghindari dampak Covid-19.

Terkait pembatalan penerbangan luar negeri sendiri disebut Dewantoro telah mencapai 50 persen. Sedangkan untuk pembatalan paket pesanan di agen perjalanan langsung belum dapat dihitung. ‘’Harapan kita memang cuma (wisatawan) domestik. Karena dia pengaruhnya luar biasa juga terhadap UMKM,’’ ujarnya.

Kondisi tersebut diharapkan dapat kembali normal pada Mei mendatang. Khususnya dengan dukungan penurunan harga tiket pesawat yang diberikan pemerintah. ’’Domestik ini trennya bagus sekarang, karena harga tiket sudah turun sejak Januari. Kalau luar negeri kita harapkan bulan Juni sudah mulai ramai, mudahan Mei sudah normal,’’ pungkasnya. (bay)