Dampak Alih Fungsi Lahan, Buruh Tani Makin Berkurang

Mataram (Suara NTB) – Dari tahun ke tahun, luas lahan pertanian di Kota Mataram terus berkurang karena dialihfungsikan untuk pembangunan. Saat ini luas lahan pertanian yang tersisa hanya 1.973 hektar. Akibatnya jumlah buruh tani yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian semakin berkurang. Para petani pengelola lahan di kota ini menjadi kesulitan mencari pekerja saat musim panen maupun musim tanam. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli, Kamis, 27 April 2017 usai pelepasan petani yang akan mengikuti Pekan Nasional Petani Nelayan (Penas).

“Kemarin misalnya ada yang punya sawah, sekarang sudah dijual sama bapaknya. Akhirnya (anaknya) cari kerja lain saja,” ujarnya.

Iklan

Mutawalli tak menyebutkan persentase penurunan jumlah petani atau buruh tani di Kota Mataram ini. Namun ia mengatakan sangat jauh berkurang jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

“Kalau secara persentase saya tidak tahu yang jelas sudah sangat jauh sekali berkurang. Sehingga kalau setiap musim tanam seperti ini, susah sekali. Makanya sekarang mereka bergantung dengan mesin,” paparnya.

Terkadang banyak buruh tani yang didatangkan dari Lombok Barat. Hanya saja, kata Mutawalli, Lombok Barat juga membutuhkan para buruh tani ini sehingga seringkali penggarap lahan di Mataram berebut mempekerjakan buruh tani dengan penggarap di Lombok Barat.

“Tapi berebut kita. Lombok Barat juga butuh sendiri. Akhirnya persaingan harga (upah) tenaga kerja menjadi mahal,” terangnya.

Selain berkurangnya lahan pertanian, penyebab semakin berkurangnya jumlah petani maupun  buruh tani karena banyaknya pembukaan pusat perdagangan baru di Mataram.

“Banyak yang beralih ke sektor jasa. Misalnya dengan pembukaan pusat perdagangan baru, mereka beralih ke situ yang tamat SMA, SPMA menjadi tenaga kerja di situ. Yang balik ke sawah sedikit, hanya orang-orang yang betul cinta dengan pertanian yang balik,” jelasnya.

Untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja bidang pertanian ini, Mutawalli mengatakan pihaknya memberikan bantuan peralatan kepada kelompok tani di Mataram. Kemarin juga diserahkan bantuan beberapa alat pertanian seperti mesin bajak (hand tractor), mesin menanam padi (rice transplanter), mesin pompa air, kultivator, dan lainnya yang berasal dari APBN maupun APBD.

“Secara bertahap petani kita diberikan bantuan seperti mesin bajak, rice transplanter, dan lainnya dengan harapan mudah-mudahan petani-petani kita di Mataram tidak ada kendala dan hambatan sehingga bisa meningkatkan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan petani di Kota Mataram,” demikian Mutawalli. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here