Dampak Air Pasang, Nelayan KLU Rugi Miliaran Rupiah

Ilustrasi Kapal Nelayan (Suara NTB/pexel)

Tanjung (Suara NTB) – Nelayan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terpaksa mengais rezeki pascarusaknya sarana usaha akibat air pasang beberapa waktu lalu. Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan KLU mencatat, nilai kerusakan pada perahu/sampan nelayan KLU mencapai Rp 2,488 miliar lebih. Dari kerusakan fasilitas itu, nelayan merugi sebesar Rp 1,174 miliar akibat tidak melaut.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada Dishub Kelautan dan Perikanan KLU, Lalu Pujiatim, Kamis,  21 Februari 2019. Menurut Pujiatim, rata-rata kerusakan sarana dan prasarana tangkap pada nelayan rusak berat.

Iklan

“Jumlah nelayan yang terdampak sejumlah 293 orang, dari mereka ada yang tergabung dalam kelompok dan nelayan pribadi,” katanya.

Dari rekapitulasi dinas, nelayan yang merugi sebanyak 61 kelompok dan perorangan. Mereka tersebar di semua kecamatan, dari Pemenang hingga Bayan.

Menurut jenis kerusakan nelayan, pihaknya mencatat terdiri dari sejumlah item. Antara lain, cendikiawan, jaring multifilament, sampan hancur, kantir, bayung, dan sampan pecah. “Mengenai tindak lanjut nelayan, ini kan musibah terjadi setelah kita menyusun RKA RAPBD. Kalau sebelum susun RKA, mungkin bisa kita usulkan penanganan lebih banyak,” sebutnya.

Pujiatim tak menyebut jumlah persis anggaran yang disiapkan pada APBD untuk membantu nelayan. Namun demikian, persoalan yang bisa ditangani untuk tahap awal sementara mengarah pada alat-alat tangkap. “Pada APBD murni ini kita lebih banyak mengandalkan dana aspirasi DPRD, untuk pengadaan alat tangkap seperti jaring dan lampu,” katanya.

Dinas, kata dia, setidaknya membutuhkan anggaran mencapai kisaran Rp 3,8 miliar untuk menangani seluruh nelayan. Harapannya, TAPD dan Banggar DPRD Lombok Utara dapat menyetujui usulan yang diajukan Dishub pada APBD Perubahan mendatang. “Nilai kerugian adalah nilai ekonomis yang tidak bisa diperoleh nelayan. Per orang rata-rata Rp 4 juta, karena mereka tidak bisa melaut,” tandasnya. (ari)