Dalami Dugaan Korupsi Proyek Sembalun, Polres Lotim Libatkan Saksi Ahli dari Unram

Selong (Suara NTB) – Penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Timur (Lotim) saat ini tengah mengatensi kasus dugaan korupsi dalam proyek penataan kawasan Sembalun dengan anggaran senilai Rp 1,6 miliar untuk fisik dari total anggaran sebesar Rp 2 miliar. Dana ini bersumber dari Tugas Perbantuan (TP) tahun 2015 Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI tahun 2015. Dalam mendalami kasus ini, Satreskrim Polres Lotim melibatkan saksi ahli dari Universitas Mataram (Unram).

Kepada Suara NTB, Senin, 19 Desember 2016, Kapolres Lotim, AKBP. Wingky Adhitiyo Kusumo, SIK, MH mengungkapkan, pemanggilan saksi ahli dari Unram untuk mendalami kasus dugaan korupsi yang saat ini tengah berjalan penanganannya oleh penyidik di Satreskrim Polres Lotim. Dari keterangan saksi ahli itu nantinya akan lebih terlihat bangunan konstruksi pada proyek yang dikerjakan pada tahun 2015 lalu apakah spesifikasinya sudah sesuai atau tidak. “Untuk proyek Sembalun sampai saat ini masih berjalan penanganannya, bahkan untuk mendalami kasus ini kita memanggil saksi ahli dari Unram,” ungkap Kapolres.

Iklan

Diketahui, proyek senilai Rp 1,6 miliar untuk fisik dengan nama proyek penataan sarana prasarana Pusuk Sembalun merupakan salah satu proyek yang sampai saat ini sedang dibidik oleh aparat kepolisian dari Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Lotim. Proyek dengan total anggaran Rp 2 miliar dari pusat yang dikerjakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lotim untuk pembangunan sejumlah fasilitas fisik di tiga titik di Sembalun, seperti pembuatan gapura di Sebau, penataan taman Pusuk Sembalun dan pembuatan gerbang selamat datang di Sembalun Lawang.

Bahkan dalam penanganan kasus ini, tim dari Unit Tipikor Satreskrim sudah beberapa kali terjun ke TKP untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap fisik bangunan maupun meminta keterangan terhadap sejumlah pihak, terutama para tukang yang mengerjakan proyek yang bersumber dari dana pusat ini. Adapun sejumlah pihak terkait yang sudah diperiksa yakni, Asisten I Setda Kabupaten Lotim, H. Khairil Anwar Mahdi yang saat itu menjabat sebagai Kepala Disbudpar Lotim sekaligus selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Selain itu, Kabid Pajak pada Dinas PPKA Lotim, Lalu Hariawan yang saat itu menjabat sebagai Kabid ODTS Disbudpar Lotim yang ketika proyek itu dikerjakan juga berkapasitas sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), kontraktor maupun para tukang serta sejumlah pihak terkait lainnya.

“Semua pihak terkait sudah diperiksa, bahkan tim dari Unram juga sudah turun untuk melakukan pengecekan terhadap fisik bangunan apakah sudah sesuai dengan spesifikasi ataupun tidak,” ujarnya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here