Dalami DTKS NTB 2020

H. Amry Rakhman

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) NTB akan mempelajari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) 2020 yang baru ditetapkan Kementerian Sosial (Kemensos). Diketahui, berdasarkan DTKS NTB tahun 2020, jumlah masyarakat miskin, hampir miskin dan rentan miskin lebih dari 2,9 juta jiwa.

‘’Nanti kita lihat datanya. Belum kita lihat data detailnya,’’ kata Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si., dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 8 Januari 2021.

Amry mengatakan pihaknya akan mempelajari DTKS tersebut, sebelum merancang intervensi program pengentasan kemiskinan untuk mencegah masyarakat hampir miskin dan rentan miskin jangan sampai menjadi miskin. “Kan itu pakai DTKS. Nanti kita lihat (langkah-langkahnya). Kita pelajari dulu datanya,” tandasnya.

Akibat pandemi Covid-19, Pemprov NTB melakukan penyesuaian target penurunan kemiskinan dalam revisi RPJMD 2019 – 2023. Semula, pada akhir 2023, Pemprov menargetkan angka kemiskinan menjadi satu digit atau 9,75 persen.

Namun, target penurunan angka kemiskinan disesuaikan menjadi 10,73 persen pada 2023. Meskipun angka kemiskinan naik menjadi 13,97 persen pada Maret 2020. Namun,  pada akhir 2020 ini, Pemprov yakin  angka kemiskinan di NTB diperkirakan akan turun menjadi 13,64 persen.

Kemudian, pada 2021, angka kemiskinan NTB ditargetkan turun menjadi 12,98 persen. Sedangkan pada 2022, angka kemiskinan di NTB ditargetkan turun menjadi 11,98 persen.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) telah menetapkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terbaru berdasarkan Kepmensos No. 19 Tahun 2020. Dari DTKS yang terbaru tersebut, jumlah masyarakat miskin dan rentan miskin di NTB bertambah menjadi 2,9 juta jiwa lebih dibandingkan DTKS sebelumnya yang mencapai 2,4 juta jiwa.

Berdasarkan DTKS 2020 yang telah ditetapkan Kemensos, jumlah masyarakat miskin dan rentan miskin di NTB sebanyak 2.927.951 jiwa atau 894.433 keluarga atau 860.117 rumah tangga. Dengan rincian Bima 304.939 jiwa, Dompu 137.418 jiwa, Kota Bima 72.970 jiwa.

Kemudian, Kota Mataram 150.985 jiwa, Lombok Barat 415.048 jiwa, Lombok Tengah 576.412 jiwa, Lombok Timur 851.764 jiwa, Lombok Utara 135.814 jiwa, Sumbawa 220.236 jiwa dan Sumbawa Barat 62.365 jiwa. DTKS memuat empat kategori kemiskinan, yaitu desil 1 sangat miskin, desil 2 miskin, desil 3 hampir miskin dan desil 4 rentan miskin. (nas)