DAK Fisik Berhasil Dikontrakkan 92,25 Persen di NTB

Sudarmanto. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Berdasarkan monitoring Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB, sampai dengan batas akhir penyampaian data kontrak tanggal 31 Agustus 2021, dari pagu DAK Fisik Rp1.910.111.738.000, sebesar 92,25 persen atau Rp1.762.062.912.709 berhasil dikontrakkan oleh Pemda. Besaran persentase nilai kontrak tersebut merupakan gambaran realisasi maksimal DAK Fisik sampai akhir tahun.

“Kinerja ini turun dibandingkan tahun lalu di mana 95 persen dari pagu DAK Fisik tahun 2020 berhasil dikontrakkan,” kata Kepala Kanwil DJPB NTB, Sudarmanto, S.E., M.M., di Mataram, Kamis, 2 September 2021.

Iklan

Ia menyebutkan dari 11 Pemda di NTB penerima DAK Fisik tahun 2021, 8 Pemda berhasil melakukan kontrak di atas 90 persen yaitu Pemda Dompu tertinggi 99,17 persen, Kota dan Kabupaten Bima, Lombok Timur, Sumbawa dan Sumbawa Barat serta Kabupaten Lombok Utara. Sementara 3 pemda yang lain, dengan kontrak di bawah 90 persen yaitu Kabupaten Lombok Barat 89,55 persen, Pemprov NTB 88,07 persen, dan Kota Mataram 77,17 persen.

Dengan rata-rata nilai kontrak sebesar 92,25 persen, kata Sudarmanro, terdapat penghematan dana sebesar Rp148,05 miliar atau 7,75 persen dari pagu DAK tahun 2021. Timbulnya sisa dana sebesar Rp148,05 miliar, disebabkan adanya beberapa hal.

Seperti adanya efisiensi lelang. Di mana hasil lelang lebih kecil dibandingkan dengan pagu yang dianggarkan sebagaimana yang terjadi di Pemprov NTB untuk pengadaan barang di Bidang Pertanian, dan Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Hal lain yang menyebabkan sisa dana adalah, tidak dapat terlaksananya lelang karena perbedaan harga barang di pasaran karena harganya lebih tinggi dari yang direncanakan. Bidang paling banyak yang mengalami kendala ini adalah Bidang Kesehatan dan Keluarga Berencana Sub Bidang Pelayanan Rujukan berupa pembelian peralatan kedokteran untuk Rumah Sakit.

Di samping itu, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam rangka mengurangi kemungkinan penyebaran Virus Covid-19 ikut andil dalam keterlambatan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.

Hal yang menggembirakan, kata Sudarmanto,  sampai dengan 31 Agustus 2021, DAK Fisik yang sudah tersalurkan sebesar di NTB Rp595,96 miliar atau 31,20 persen . Hal ini menandakan bahwa penyaluran tahap I sebesar 25 persen sudah dapat terpenuhi dan penyaluran sudah mulai ke masuk tahap II.

“Namun demikian, hal yang perlu menjadi perhatian khususnya oleh Pemda adalah menjaga agar kontrak pengadaan yang sudah ditandatangani, dapat dilaksanakan sepenuhnya dengan maksimal. Sehingga tidak ada yang terlambat baik penyelesaiannya maupun permintaan penyaluran dananya ke KPPN masing-masing,” pintanya. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional