Daftar Tunggu Haji 34 Tahun

KH. Zaidi Abdad (Suara NTB/bul)

Daftar tunggu untuk berangkat haji, sekarang lebih lama karena pandemi Covid-19. Kanwil Kementerian Agama menyebutnya bahkan sampai 34 tahun.

Tahun 2020, musim haji di Indonesia lewat. Pemerintah memilih tidak memberangkatkan calon jamaah haji karena pandemi Corona. Tahun ini juga belum ada kepastian. Karena pelaksanaan umrah juga dilaksanakan sangat ketat, dengan protokol Covid.

Iklan

“Tadinya daftar tunggu 32 tahun. Sekarang menjadi 34 tahun,” kata Kepala Kanwil Kemenag NTB, Dr. KH. Zaidi Abdad, MA kepada Suara NTB, Senin, 18 Januari 2021.

Demikian juga umrah. Pemerintah Arab Saudi menurutnya sampai saat ini belum dipastikan membukan kesempatan bagi jamaah umrah dari luar Arab Saudi masuk. Zaidi Abdad menambahkan, umrah di masa pandemi tentunya konsekuensi harus dilakukan penyesuaian biaya umrah.

“Ada swab, ada juga komponen dari biaya penerbangan. Karena pesawat yang biasanya full, harus diatur jumlah penumpang sesuai protokol Covid. Barangkali itu. Kita tunggu kebijakan resmi. Tapi biasanya diserahkan kepada travel masing-masing,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga berencana akan mengatur jumlah jamaah umrah dari Indonesia. misalnya, dalam sehari kuota pengirimannya sampai berapa ribu calon jamaah. Pemerintah menyiapkan kebjakan untuk itu. Namun tetap mengacu pada kebijakan dari pemerintah Arab Saudi.

Terpisah, Ketua Pengurus Persatuan Travel Umroh dan Haji (Patuh) NTB, H. Turmuzi, SH.I mengatakan, di tengah pandemi Corona, pemberangkatan jamaah umrah dilakukan dengan protokol Covid yang sangat ketat. Pemberangkatan dilakukan dari Jakarta.

Keinginan masyarakat beribadah ke tanah suci Makkah menurutnya tidak surut. Meksipun harus dilakukan penyesuaian komponen biaya. Misalnya untuk biaya swab, biaya karantina dan biaya lain yang timbul dari protokol Covid yang diberlakukan oleh seluruh negara di dunia.

“Kalaupun ada penyesuaian biaya pemberangkatan berumrah, masyarakat sudah memakluminya. Tapi beberapa travel memberikan kebijakan lama,” ujarnya.

 Justru yang menjadi persoalan saat ini adalah pembatasan usia calon jamaah. Calon jamaah yang usianya diatas 50 tahun belum diperbolehkan dulu, karena rentan terkena Covid. Umrah saat ini menjadi alternatif. Ditengah pembatasan kegiatan haji dan daftar tunggu haji yang lamanya sampai puluhan tahun.

Untuk itu, dalam waktu dekat Patuh akan melakukan audiensi dengan Kanwil Kemenag NTB terkait langkah apa yang harus ditempuh ditengah kondisi seperti ini.

“Kita diskusikan dengan Kemenag. Jalan keluarnya. Karena sebagian besar travel juga masih wait and see dengan keadaan ini,” demikian H. Turmuzi.(bul)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional