Daftar Tunggu Calon Jemaah Haji di Bima Sampai 37-38 Tahun

0
Ikhwan Julkifli. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Daftar tunggu Calon Jemaah Haji (CJH) yang mendaftar di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bima, dari 35 tahun dipastikan akan bertambah menjadi 37 sampai 38 tahun.

Hal itu disampaikan Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Bima, H. Ikhwan Julkifli, SE. Kata dia, penambahan daftar tunggu CJH berdasarkan kuota yang diperoleh setiap tahunnya. “Selain itu juga dipengaruhi pembatalan ke tanah suci karena pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir,” katanya.

IKLAN

Ia mengaku tertundanya keberangkatan haji selama dua tahun tersebut akan membuat daftar tunggu CJH semakin bertambah. Karena kedepan, dipastikan akan banyak warga yang mendaftar. “Daftar tunggu yang semula dari 35 tahun akan bertambah menjadi 37 hingga 38 tahun karena penundaan keberangkatan dua tahun kemarin,” ujarnya.

Dalam dua tahun terakhir yakni, 2020 dan 2021 lanjutnya, tercatat ada setengah ribu CJH asal Kabupaten Bima yang gagal atau tidak diberangkatkan ke tanah suci Mekkah karena kendala Pandemi. “Dua tahun terakhir kurang lebih sebanyak 519 CJH yang tidak diberangkatkan,” katanya.

Selain itu lanjut Ikhwan, semua 519 CJH yang sudah ditunda selama dua tahun tersebut juga belum bisa dipastikan akan diberangkatkan semuanya pada tahun 2022 mendatang. Pasalnya sampai saat ini, pihak Kemenag masih menunggu permintaan atau kuota dari Pemerintah Arab Saudi. Apabila nantinya kuota yang diminta 100 persen, dipastikan 519 CHJ dari Kabupaten Bima akan diberangkatkan semua.

“Tidak semuanya diberangkatkan. Hal ini tergantung kuota atau kebijakan pihak Pemerintah Arab Saudi. Tapi kita harapkan bisa 100 persen agar semuanya bisa diberangkatkan,” ujarnya. Disamping itu, pendaftar tunggu CJH yang berusia 65 tahun keatas akan lebih diutamakan keberangkatannya. Hal tersebut berdasarkan aturan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemenag Pusat.

“Akan ada pilihan berdasarkan faktor umur nanti. Aturan ini bukan kita yang buat, tapi aturan dari Pusat. Jadi, CJH bersabar saja menunggu waktunya,” ujarnya. Sementara CJH yang berusia 65 tahun kebawah akan dibagi tersendiri. Meski begitu kuotanya tidak akan diganggu gugat yang berusia 65 tahun keatas, meskipun sama-sama lama mendaftar. Semuanya tetap diberangkatkan sesuai regulasi pendaftaran. “Kami harap CJH bisa memahami regulasi yang ada. Kita doakan, semoga tahun depan semua CJH di Kabupaten Bima bisa diberangkatkan tanpa ada lagi kendala,” pungkasnya. (uki)