Daerah Zona Oranye Meningkat

H.L.Gita Ariadi (Suara NTB/ist)

SATGAS Penanganan Covid-19 Provinsi NTB merilis perubahan peta zonasi tingkat risiko penularan Covid-19, Minggu, 8 Mei 2021. Kabupaten/kota yang masuk menjadi zona oranye (risiko sedang) bertambah, sedangkan zona kuning (risiko rendah) berkurang.

Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., memaparkan saat ini ada tujuh kabupaten/kota di NTB yang masuk zona oranye dan tiga zona kuning. Tujuh daerah yang masuk zona oranye adalah Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa, Bima dan Kota Bima.

Iklan

Sedangkan kabupaten/kota yang berstatus zona kuning, yaitu Lombok Timur, Sumbawa Barat dan Dompu. Artinya, terjadi peningkatan risiko penularan Covid-19 di Lombok Utara dan Bima yang sebelumnya berstatus zona kuning atau risiko rendah. Sedangkan di Lombok Timur, terjadi penurunan risiko, dari sebelumnya zona oranye (risiko sedang) menjadi zona kuning atau risiko rendah penularan Covid-19.

Sekda menyebutkan jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 di NTB hingga saat ini telah mencapai 12.602 orang. Dari jumlah kasus positif tersebut, sebanyak 11.018 orang sudah sembuh, 567 meninggal dunia dan 1.017 orang masih positif atau dalam perawatan.

Terkait dengan capaian vaksinasi Covid-19 di NTB, Sekda mengatakan warga yang sudah divaksin telah mencapai 336.768 orang. Terdiri dari vaksinasi dosis pertama sebanyak 206.035 orang dan vaksinasi dosis kedua sebanyak 130.733 orang.

Progresnya telah melampaui target sebanyak 124.994 sasaran. Terdiri dari nakes 27.638 sasaran, 21.681 sasaran pelayan publik, 50.751 sasaran lansia dan guru 24.924 sasaran.

Dirincikan, untuk tenaga kesehatan (nakes), vaksinasi dosis pertama sebanyak 30.608 orang dan vaksinasi kedua 29.300 orang. Kemudian, vaksinasi pelayan publik dosis pertama sebanyak 99.867 orang dan dosis kedua 72.534 orang.

Selanjutnya, vaksinasi lansia untuk dosis pertama sebanyak 43.613 orang atau 85,9 persen dari jumlah sasaran dan dosis kedua sebanyak 11.054 orang atau 21,8 persen. Sedangkan vaksinasi guru untuk dosis pertama sebanyak 31.947 orang dan dosis kedua 17.911 orang. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional