Daerah Terdampak Banjir Rob akan Ditangani

Tim pemkab Lobar saat turun ke lokasi memeriksa bencana banjir rob di Cemare Desa Lembar Selatan Kecamatan Lembar, Minggu, 27 Juni 2021 .(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Daerah pesisir di wilayah Lombok Barat (Lobar) menjadi langganan banjir rob tiap tahun, bahkan hampir setiap bulan. Seperti di Cemare kecamatan Lembar, tiap bulan air laut naik ke pemukiman warga lantaran talud penahan air di sepanjang pesisir itu tidak memadai.

Menurut pemantauan Suara NTB, masih minim daerah pesisir pantai di Lobar  dibangun sarana prasarana penahan air laut. Namun daerah terdampak banjir tersebut kini mulai akan ditangani. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengajukan penanganan daerah pesisir di Lobar ke Balai Wilayah Sungai (BWS). Dalam waktu dekat tim BWS didampingi Dinas PUPR akan turun mengecek lokasi bencana banjir rob tersebut.

Iklan

Kepala Desa Lembar Selatan, H. Beny Basuki ST., mengatakan pihak Desa sudah diminta bersurat ke BWS NT 1. “Karena informasinya tim BWS dan PU akan segera turun ke lokasi bencana banjir rob,” katanya. Dia berharap agar persoalan yang menjadi salah satu pemicu banjir yakni talud di pesisir segera ditangani. “Harus segera dibangun talud, karena hampir tiap bulan dilanda banjir rob. Jumat kemarin puncak banjir rob,” ujarnya.

Ia menambahkan, Minggu, 27 Juni 2021, Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid bersama jajaran turun mengecek lokasi. Bupati juga menyerahkan bantuan 500 kilogram beras dan 20 Kardus mie instan. Sedangkan OPD lain seperti Dinsos dan ketahanan pangan belum turun ke lokasi.

Kepala Dinas PUPR Lobar, Made Arthadana mengatakan terkait penanganan bencana banjir rob, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BWS. “Mudah-mudahan satu-dua hari kedepan tim kita dan tim BWS turun cek lapangan, tindaklanjutnya,” ujarnya.

Setelah turun cek lokasi ini nantinya, bisa diketahui apa langkah penanganan jangka panjang yang perlu dilakukan. Kendala yang perlu dipertimbangkan, kalau talud ditinggikan maka air akan mencari lagi tempat yang lebih rendah. Yang jelas pihaknya berharap agar BWS melakukan penanganan. ‘’Karena itu kewenangan BWS,” tandasnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional