Curhat Dunung Pakai JKN-KIS, Dilayani Dengan Ramah

Narasumber : Dunung Lino S

Selong (suarantb.com) – Ketika ditanyai mengenai jaminan perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia, hampir masyarakat Indonesia akan menjawab Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan atau Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS). Siapa yang tidak mengenal kartu dengan dominan putih dan hijau ini, tentu kita semua sudah tidak asing lagi. Hampir seluruh masyarakat telah memiliki kartu sakti ini, di lansir dari laman bpjs-kesehatan.go.id jumlah peserta JKN-KIS per 31 Maret 2020 adalah 222.386.830 jiwa dari sekitar 269 juta jiwa penduduk Indonesia.

Peserta JKN-KIS terbanyak berasal dari segmen Penerima Bantuan Iuran-APBN (PBI-APBN) sebanyak 96.616.495 jiwa dilanjutkan dengan segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) sebanyak 36.843.856 di susul kemudian oleh peserta dengan segmen peserta yang di daftarkan pemerintah daerah (PBI-APBD) sebanyak 35.951.630 jiwa dan dilanjutkan oleh segmen kepesertaan lainnya. Jika di lihat dari data tersebut maka dapat dilihat keseriusan dan upaya pemerintah baik pusat dan daerah dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakatnya.

Keseriusan pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masayaratnya juga dirasakan oleh seorang pemuda dari Nusa Tenggara Barat (NTB) yang baru berusia 23 tahun dialah Dunung Lino S pemuda yang baru mendapatkan gelar sarjananya beberapa bulan lalu ini mengaku sangat merasakan manfaat dari Program JKN – KIS. “Saya adalah peserta JKN-KIS sejak lama dan pernah merasakan manfaat dari kartu ini,” ujar Dunung.

Ia bercerita bahwa ia pernah menggunakan Kartu JKN – KIS saat ia alergi, demam dan sakit gigi. “Saya pernah menggunakan JKN – KIS beberapa kali tetapi tidak pernah sampai di rawat inap, hanya memeriksakan diri di Fasiltas Kesehatan Pertama tempat saya terdaftar sesuai dengan yang ada di kartu. Saat itu saya alergi, demam, dan sakit gigi, ketika saya dilayani sebagai Peserta JKN – KIS saya merasakan tidak ada perbedaan perlakuan antara Pasien JKN – KIS dengan pasien umum lainnya. Dokternya ramah,” ujar Dunung sapaannya.

Di akhir cerita, Dunung menyampaikan harapannya semoga peserta JKN-KIS lainnya merasakan pengalaman menggunakan JKN-KIS seperti yang ia rasakan dan berharap BPJS Kesehatan lebih transparan dalam pengelolaannya agar BPJS Kesehatan dengan program JKN – KIS menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia sejalan dengan cita–cita pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat Indonesia. (r/*)