Curat Dominasi Kriminalitas Bulan Ramadhan

Hari Brata. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polisi menganalisa kriminalitas bulan Ramadan 1442 H didominasi pencurian dengan pemberatan. Motivasinya karena desakan dan keinginan ekonomi. Para pelaku menyiapkan duit untuk berlebaran. Walaupun dengan cara-cara haram. “Motivasi mereka karena kebutuhan ekonomi, kebutuhan di bulan puasa, kebutuhan lebaran,” kata Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata, didampingi Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, Senin, 10 Mei 2021.

Hal itu berdasarkan analisa hasil pengungkapan kasus sepanjang 14 April-9 Mei lalu. Melalui rangkaian kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan demi pengamanan bulan Ramadhan. Pihaknya memburu para pelaku kejahatan konvensional. Hasilnya 108 tersangka ditangkap dari total 70 kasus. “Paling banyak kasus Curat (pencurian dengan pemberatan),” sebut Hari.

Iklan

Rinciannya,  70 kasus Curat dengan 43 orang tersangka; 11 kasus pencurian dengan kekerasan seperti jambret dan begal, dengan jumlah tersangka 24 orang; dan 16 kasus pencurian kendaraan bermotor, dengan 14 orang tersangka. “Walaupun begitu, angka kriminalitas selama dua minggu ini menurun drastis,” imbuhnya. Kasus kejahatan konvensional ini paling banyak terjadi di Kota Mataram, disusul Lombok Barat, dan Lombok Timur.

Sasaran pencurian yakni barang berharga, atau barang lain yang mudah dijual. Tampak dari barang bukti yang disita diantaranya, 29 sepeda motor; 47 ponsel; enam alat elektronik; emas 21 gram; baju 43 potong; celana 11 potong; dan rokok 94 bungkus. Hari mengatakan pihaknya selanjutnya memetakan daerah rawan kejahatan sebagai antisipasi kriminalitas selama dan setelah Hari Raya Idul Fitri. Wilayah rawan di Pulau Lombok yakni Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Tengah. Di Pulau Sumbawa, Kabupaten Bima dan Kota Bima.

“Tim Puma sudah dipasang di titik rawan yang sering terjadi tindak pidana,” tegasnya.

Anak di Bawah Umur Banyak Terlibat Kejahatan Konvensional

Polresta Mataram menjadi jawara dalam mengungkap kasus kejahatan konvensional selama bulan Ramadan 1442 H. Sebanyak 39 pelaku ditangkap. 13 orang diantaranya anak di bawah umur. Mereka tidak hanya sebagai pemanis. Tapi bahkan ada yang menjadi aktor utama.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi menerangkan, sebanyak 24 kasus diungkap. “Pelakunya ada 39 orang. 26 orang dewasa, dan 13 anak tersangka,” sebutnya didampingi Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa. Barang bukti yang diamankan antara lain sepeda motor, kulkas, konsol gim PS3, ponsel pintar, linggis, rokok, pakaian, karpet, tabung LPG ukurang 3 Kg, dan ban sepeda motor.

Dalam penanganan kasus tersebut, Heri menjelaskan bahwa pihaknya juga menempuh upaya keadilan restoratif. Kasus pidananya tidak dilanjutkan sampai ke persidangan. Dengan syarat kerugian tidak lebih dari Rp2,5 juta. Pelaku juga sudah mengakui perbuatannya dan membuat pernyataan perdamaian, dia bukan residivis. Selain itu dari pihak korban juga mau damai karena pelakunya masih keluarga sendiri. “Terhadap pelaku dikenai wajib lapor,” kata Heri. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional