Curah Hujan Tinggi, Empat Rumah Warga Terancam Ambles

Bencana tanah longsor di Dusun Asmalang Desa Kalijaga Tengah Kecamatan Aikmel, Selasa, 5 Januari 2021. Empat rumah warga mengalami rusak parah.(Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Tanah longsor terjadi di Dusun Asmalang Desa Kalijaga Tengah Kecamatan Aikmel, Selasa, 5 Januari 2021. Bencana longsor ini merusak empat rumah milik warga yang berada di atas tebing hingga terancam ambles. Kejadian ini disebabkan curah hujan yang cukup tinggi sekitar pukul 15:00 wita.

Atas musibah ini, pihak dari BPBD Lotim bersama kepolisian setempat yang dipimpin, Kapolsek Aikmel, AKP. I Made Sutama, langsung melakukan pengecekan tanah longsor yang menyebabkan rumah penduduk rusak. Tanah longsor tersebut terjadi pada hari Selasa tanggal 5 Januari 2021 sekitar pukul 15.00 wita, yang bertempat di Dusun Asmalang Utara Desa Kalijaga Tengah Kecamatan Aikmel Lotim.

Menurut keterangan aparat pemerintah desa, longsor tersebut diperkirakan disebabkan retakan tanah tebing yang berawal dari gempa pada tahun 2019. Kemudian pada tanggal 5 Januari 2021 pukul 15.00 wita diperparah dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi dan air Sungai Semba yang cukup deras sehingga mengakibatkan longsor pada tebing yang dengan ketinggian -+10 meter di atas Sungai Semba

Jumlah rumah yang terkena longsoran tebing sebanyak 4 unit rumah dan sebanyak 11 unit rumah yang berpotensi terkena longsoran. Jumlah total jiwa keseluruhan sebanyak 46 orang jiwa. “Saat ini keseluruhan korban jiwa diungsikan di rumah keluarga mereka masing-masing di Dusun Asmalang Utara,” terang Kapolsek Aikmel, AKP. I Made Sutama, Rabu, 6 Januari 2021.

Adapun nama pemilik bangunan rumah penduduk yang rusak disebabkan tanah longsor, di antaranya, Taharudin (61 Tahun), kerugian materi berupa mengalami kerusakan dan tanahnya tergerus pada bagian kandang ternak miliknya yang berada di sebelah utara rumah induknya berbatasan langsung dengan sungai Sembe. “Sebagian bangunan kandang sapi miliknya roboh atau hanyut,”terangnya.

Haeriah 45 Tahun, kerugian materi berupa kerusakan pondasi rumah yang berbatasan dengan Sungai Sembe, sebagian lantai rumah berlubang namun dinding rumah tidak sampai roboh. Selanjutnya, Saidah, 48 tahun, kerugian materi berupa kerusakan pondasi rumah yang berbatasan langsung dengan Sungai Sembe sebagian tergerus, dinding dapur sebagian roboh dan hanyut dan korban terakhir, Salmiah, 66 tahun, kerugian materi berupa mengalami kerusakan dinding rumah yang berbatasan langsung dengan sungai tergerus dan mengalami keretakan.

“Kerugian materi secara pasti belum bisa dipastikan yang disebabkan karena aparat pemerintah desa sampai saat ini masih melakukan pendataan,”terangnya. Namun untuk di lokasi kejadian sudah dipasang garis polisi dan mengevakuasi warga masyarakat di sekitar tanah longsor serta mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati tanah longsor mengingat masih berpotensi terjadinya longsor akibat curah hujan yang cukup tinggi. (yon)