Cuaca Ekstrem, Sebuah Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Mataram (Suara NTB) – Kondisi cuaca memasuki April ini masih tergolong ekstrem, dimana saat cuaca sedang panas tiba-tiba berubah cepat terjadi hujan lebat dan angin kencang. Seperti yang terjadi di Kota Mataram pada Kamis, 6 April 2017 siang kemarin. Akibat terjangan angin kencang, dua pohon di Kota Mataram tumbang. Dan salah satu pohon menimpa satu unit mobil yang terparkir di bawahnya. Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Ir. Dedi Supriyadi kepada Suara NTB kemarin.

Iklan
Satu unit mobil rusak parah akibat tertimba pohon tumbang di Karang Genteng, Pagutan pada Kamis kemarin.

Pohon tumbang yang menimpa satu unit mobil Suzuki Estillo warna putih itu terjadi di kawasan lingkar selatan, Karang Genteng, Pagutan. “Mobilnya parkir di bawah pohon. Tapi saat itu tidak ada penumpangnya,” ujarnya. BPBD kemudian langsung mengerahkan tim untuk mengevakuasi mobil tersebut.

Selain di Karang Genteng, pohon tumbang juga terjadi di Jalan Langko atau depan Mapolda NTB. Pohon yang tumbang ini jenis pohon Kenari yang usianya cukup tua. “Pada hari Kamis, 6 April 2017  pukul 11.30 WITA terjadi hujan intensitas sedang-tinggi disertai angin kencang di wilayah Kota Mataram. Hal ini mengakibatkan terjadi pohon tumbang,” paparnya. Berdasarkan pantauan Suara NTB, beberapa anggota polisi memotong batang pohon yang tumbang tersebut. Beruntung pohon tumbang tidak langsung menimpa badan jalan namun tumbang ke arah trotoar sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Dedi mengatakan kondisi cuaca saat ini masih sulit diprediksi. Untuk itu ia mengimbau kepada warga Kota Mataram agar tetap waspada dan berhati-hati. “Masyarakat harus tetap waspada dengan cuaca yang tidak menentu ini. Jangan lengah,” pesannya. Awalnya cuaca ekstrem diprediksi berlangsung sampai Maret lalu. Namun memasuki April ini kondisi tersebut diprediksi masih akan berlangsung. “Cuacanya belum bisa kita prediksi,” imbuh Dedi.

Hal yang harus diwaspadai selain hujan deras ialah petir dan angin puting beliung. Dedi mengatakan pihaknya juga siap melakukan pemantauan selama 24 jam di tengah kondisi cuaca seperti ini. Posko siaga bencana juga tetap berdiri di samping kantornya di kawasan lingkar selatan. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here