Cuaca Ekstrem, Pasokan Ikan ke Pasar Menurun di KSB

Sejumlah ikan yang dijual di pasar Labuhan Lalar, Kecamatan Taliwang, KSB, Rabu,  9 Januari 2019. Saat ini, pasokan ikan di sejumlah pasar di KSB terus mengalami penurunan drastis.(Suara NTB/ils)

Taliwang (Suara NTB) – Angin kencang disertai ombak tinggi di wilayah perairan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), berakibat enggannya para nelayan untuk mencari ikan. Akibatnya, pasokan ikan di sejumlah pasar terus mengalami penurunan drastis. Bahkan harganya juga mulai merangkak naik khusus untuk jenis ikan tertentu karena harus dipesan lebih dulu ke Sumbawa.

“Memang di awal-awal tahun seperti ini hasil tangkapan ikan para nelayan yang ada di Labuhan Lalar menurun drastis. Menurunnya hasil tangkapan nelayan ini, juga mengakibatkan kami sebagai penjual merasa kewalahan untuk bisa memenuhi permintaan masyarakat. Karena sulitnya mendapatkan ikan, kita juga terpaksa menaikan harga karena jika tidak kita juga yang rugi,” ungkap Syarifah salah satu penjual ikan pasar Labuhan Lalar kepada Media ini, Rabu,  9 Januari 2019.

Iklan

Dikatakannya, kadang untuk satu bak ikan kakap merah dihargai sekitar Rp 600-700 ribu di waktu normal, tetapi karena cuaca saat ini tidak bersahabat harganya bisa menempus angka Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta. Ikan ini juga harus dipesan terlebih dahulu dari Sumbawa, karena nelayan KSB masih enggan melaut karena cuaca ekstrem. Supaya tidak terlalu merugi, minimal untung kecil, dirinya menjual ikan-ikan ini dengan harga Rp 50 ribu untuk tiga ikan. Selain ikan jenis kakap merah, ikan tengiri juga masih kesulitan untuk bisa didapatkan baik itu di pengepul maupun nelayan secara langsung. Hal ini terjadi karena rata-rata ikan ini baru banyak keluar ketika bulan April saja.

“Terhitung sudah tiga bulan kita harus memesan ikan dari Sumbawa, karena pasokan ikan dari nelayan disini tidak maksimal. Tentu konsekuensinya kita menaikan harga jualnya, karena kami juga merasa kesulitan mendapatkan ikan untuk bisa kita dijual,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan Perikanan (Dislutkan) KSB melalui Kasi Kapal Perikanan Alat Penangkapan Ir. Herdika mengatakan, memang untuk musim-musim seperti sekarang, hasil tangkapan ikan para nelayan di KSB cenderung menurun dan selalu terjadi tiap tahunnya. Hal ini terjadi karena, para nelayan ini enggan untuk melaut sampai ke tengah untuk mencari ikan, hanya ikan di pinggiran saja.

Jika tetap memaksakan diri maka akan sangat beresiko bagi keselamatan nelayan itu sendiri. Terlebih lagi sarana tangkap para nelayan yang dimiliki saat ini juga dianggap belum maksimal. Hanya saja untuk kelangkaan ikan belum terjadi di KSB karena masih ada juga pedagang  yang menjual ikan tersebut.

“Memang untuk musim-musim seperti ini pasokan ikan di pasar masih sangat terbatas. Kejadian ini diprediksi akan terjadi hingga bulan Maret, karena rata-rata para nelayan enggan untuk melaut ketengah hanya dipinggir,” sebutnya. Kendati demikian, pihaknya menjamin tidak terjadi kelangkaan ikan hanya jumlahnya saja yang terbatas. (ils)