Cuaca Ekstrem, Nelayan Ampenan Enggan Melaut

Nelayan pantai Ampenan memperbaiki jaring atau jala penangkap ikan, Selasa, 18 Agustus 2020. Cuaca ekstrem membuat mereka sementara takut melaut. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) Angin besar yang bertiup beberapa hari terakhir membuat nelayan di pantai Ampenan takut melaut. Kalaupun terpaksa melaut, jumlah tangkapan ikan juga menurun drastis.

Cuaca sudah dua hari ini berangin. Keras anginnya. Hasil tangkapan juga agak berkurang, ujar salah seorang nelayan di Ampenan, Paisal, Selasa, 18 Agustus 2020. Kondisi tersebut diakuinya cukup menyusahkan.

Iklan

Sambil memperbaiki jala bersama nelayan lainnya, Paisal menceritakan dirinya yang harus tetap melaut di tengah kondisi cuaca berangin. Pasalnya, hasil tangkapan ikan menjadi satu-satunya sumber pendapatan bagi dirinya.

Tapi sekarang (hasil tangkapan) lumayan berkurang. Saya melaut tadi malam, ujarnya. Hal serupa juga dialami oleh nelayan-nelayan lainnya. Agustus memang cuacanya biasanya angin keras. Jumlah ikan jadi sedikit, sambungnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Kilmatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, sampai dengan 19 Agustus hujan dengan intensitas ringan sedang disertai guntur petir memang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kota Mataram. Dengan suhu udara berkisar 20 30 derajat, angin permukaan bertiup dengan variasi dominan dari timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 35 km/jam.

Untuk wilayah laut dengan tinggi gelombang mencapai 2 meter lebih diprediksi terjadi di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Samudera Hindia selatan NTB, dan Selat Sape bagian Selatan.

Terpisah, Kepala BDBD Kota Mataram, Mahfuddin Noor, menerangkan sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan khusus BMKG yang memprediksi potensi gelombang tinggi. Saya belum dapat rilis dari BMKG. Yang sudah kita terima itu baru kekeringan, katanya.

Menurutnya, beberapa waktu belakangan angin memang bertiup kencang. Namun belum dapat dipastikan apakah tergolong cuaca ekstrem atau tidak. Nanti saya cek dulu, tandasnya. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional