Cuaca Ekstrem, Harga Ikan Laut Naik

Seorang pengepul di pantai Bintaro, Ampenan, sedang mengemas ikan tongkol yang siap dibawa ke pasar tradisional, Kamis, 22 Oktober 2020. Harga ikan tongkol naik, menyusul hasil tangkapan nelayan yang menurun akibat cuaca ekstrem.

Mataram (Suara NTB) – Cuaca ekstrem menyebabkan hasil tangkapan nelayan di pesisir Ampenan mengalami penurunan. Hasil tangkapan itu berimbas pada produksi pengepul ikan tongkol di Keluarahan Bintaro. Harga bahan baku yang mahal dan menurunnya permintaan pasar membuat para pelaku usaha tersebut mengurangi jumlah produksi.

Salah satu pengepul ikan tongkol di Kelurahan Bintaro, Sahnim, mengaku harga tongkol yang didapat dari nelayan meningkat beberapa pekan terakhir. Peningkatan tersebut bahkan mencapai tiga kali lipat.

Iklan

“Sekarang Rp3 ribu per ekor. Padahal kalau sedang banyak itu bisa Rp1.000 per ekor,” ujarnya saat ditemui Suara NTB, Kamis, 22 Oktober 2020. Selain itu, dari nelayan disebutnya menjual dengan sistem paket, yaitu Rp15 ribu untuk lima ekor ikan.

Penjualan disebutnya tidak sebanyak dulu. Di mana jumlah permintaan di pasar mengalami penurunan selama pandemi virus corona (Covid-19). “Mungkin karena orang takut juga ke pasar. Sepi pasar itu,” ujar Sahnim.

Diterangkan, jika hasil tangkapan nelayan sedang ramai dirinya dapat membuat ratusan keranjang ikan untuk dikirim ke pasar. “Kalau sedang banyak bisa kita jual sampai Narmada. Ada yang ngambil ke sini. Sekarang cuma dibawa ke Kebon Roek,” jelasnya.

Senada dengan itu, pengepul ikan tongkol lainnya, Marsiah, menerangkan minimnya hasil tangkapan ikan nelayan membuatnya memilih mengurangi jumlah produksi. Terutama karena harga jual ikan nelayan yang juga meningkat tiga kali lipat.

“Kalau ramai bisa kita sampai 100 – 150 keranjang. Sekarang lihat saja sendiri, cuma segini,” ujar Marsiah sambil menunjuk 15 keranjang ikan yang telah disusunnya. Menurutnya, ikan-ikan tersebut akan diambil oleh pengepul untuk dijual ke pasar. “Sedang susah sekarang,” tandasnya. (bay)