Cuaca Ekstrem Diperkirakan hingga Akhir Februari

Ilustrasi cuaca buruk (Sumber Foto : Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Masyarakat terus diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan yang diperkirakan akan masih terus berlangsung. Pada fase ini bersamaan dengan cuaca ekstrem yang prediksinya hingga akhir Februari 2020.

Hal ini tampak dari analisis BMKG terkait peluang hujan yang terjadi pada dasarian III atau 10 hari pada minggu ketiga Februari mendatang. Di mana peluang hujan cukup tinggi, dengan intensitas >20 mm dan >50 mm per dasarian.  Persentase peluang terjadinya hujan cukup besar, antara 80 sampai 90  persen.

Iklan

Sementara saat ini masih pada fase dasarian II. Curah hujan di NTB umumnya dalam kategori menengah, namun terdapat pula wilayah yang memiliki curah hujan tinggi. Hujan kategori tinggi  terjadi di Lombok bagian Utara, sebagian Lombok Tengah, Lombok Timur bagian Timur, sebagian kecil Sumbawa dan Dompu.

‘’Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Senaru sebesar 462 mm per dasarian,’’ ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kediri, Luhur Tri Uji Prayitno, Kamis, 20 Februari 2020.

Menurutnya, sifat hujan pada dasarian II Februari 2020 di wilayah NTB umumnya normal hingga atas normal. Sedangkan di Pulau Sumbawa umumnya atas normal, khusus untuk sebagian kecil Kabupaten Sumbawa dan Dompu sudah di atas normal.

Dengan kondisi yang telah memasuki puncak musim hujan hampir di seluruh wilayah NTB, masyarakat diimbau agar mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologis, seperti hujan lebat, angin kencang, angin puting beliung dan tanah longsor.

Sembalun Longsor Lagi

Sementara BPBD  Lombok Timur kembali menginformasikan longsor yang dipicu cuaca ekstrem di sekitar Kecamatan Sembalun. Jalur menuju wisata agro Sembalun longsor lagi. Kejadian ini dua hari setelah longsor sama  beberapa hari lalu.

‘’Cuaca ekstrem beberapa hari terakhir mengakibatkan jalur menuju Kecamatan Sembalun kembali longsor. Sejak Rabu kemarin pohon banyak yang tumbang,’’ kata Kepala BPBD Lotim H. Napsi, MM.

Longsor diperkirakan pemicunya sama, tanah labil ditambah intensitas hujan yang semakin tinggi.   ‘’Konstruksi tanah yang labil dan potensi terjadi longsor dan badan jalan amblas serta pohon tumbang,’’ sebutnya. Kejadian terpantau timnya  di sepanjang jalur dari  Sebau hingga Sembalun Bumbung sekitar 3 km.

Mengingat cuaca ekstrem masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari kedepan, di imbaunya seluruh masyarakat agar dapat mengantisipasi akan potensi bencana banjir. Kemudian tanah longsor, dan angin puting beliung serta kilatan petir yang dapat terjadi dengan melakukan pembersihan di lingkungan masing-masing guna meminimalisir dampak. (ars)