Cuaca Ekstrem, Banjir Rob di Lobar, Sungai Meluap di KLU

Banjir rob terjadi di Desa Taman Ayu Lembar. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Banjir rob atau air laut pasang menerjang sejumlah wilayah pesisir di tiga kecamatan di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Sabtu, 4 Desember 2021. Beberapa wilayah yang dilanda banjir rob ini, di antaranya wilayah Sekotong, Lembar, dan Gerung. Dari informasi yang diperoleh, dampak banjir rob dengan ketinggian 20 sentimeter hingga lutut orang dewasa itu menyebabkan ribuan jiwa terdampak. Terdapat satu rumah warga di Desa Taman Ayu rusak ringan dan satu KK dilaporkan mengungsi.

Dari informasi yang diserap Suara NTB, banjir rob menerjang lima desa di tiga kecamatan itu hampir bersamaan. Yang paling parah di Dusun Taman Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Dusun yang dihuni 30 KK atau 70-90 jiwa memang langganan banjir rob hampir tiap tahun. Banjir rob terjadi sekitar pukul 22.00 wita, di saat warga sedang beristirahat.

Iklan

Warga yang mengetahui air laut masuk ke pemukiman menjadi panik. Akan tetapi warga tetap bertahan di rumah masing-masing. “Tapi ada satu KK mengungsi karena lokasinya dekat sekali dengan bibir pantai, dan satu rumah warga tak berpenghuni rusak ringan,” terang Tajudin, Kades Taman Ayu dikonfirmasi, Minggu, 5 Desember 2021.

Pihaknya bersama aparat turun langsung mengecek kondisi warga. Beberapa jam kemudian, banjir rob pun mulai surut. Minggu kemarin Camat Gerung H. Mulyadi bersama Kapolsek Gerung AKP Syarifuddin Zohri turun ke lokasi mengecek dampak banjir rob.

Disebutkan beberapa dusun yang terkena di antaranya Puyahan. Dusun ini ketinggian banjir paling tinggi. Kemudian, Dusun Sepakat. Dusun Lembar Timur yang berada dekat pelabuhan. Termasuk Dusun Cemara yang menjadi daerah langganan banjir rob. “Tidak ada warga mengungsi dan tidak ada kerusakan,” ujarnya.

Banjir rob juga terjadi di beberapa desa di Sekotong. Mardiansyah, Tagana Lobar menyebut terdapat tiga desa terdampak banjir rob. Di antaranya, Dusun Madak Belek 1 Desa Persiapan Empol, Dusun Kemanuk Desa Buwun Mas, Dusun Pewaringan Desa Pelangan. Air dengan ketinggian lutut orang dewasa sempat masuk ke halaman rumah warga. “Tapi air pasang cuma kurang lebih dua jam. Dan Alhamdulillah sudah surut,”kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lobar Hartono Ahmad mengatakan lima desa terkena banjir rob, di antaranya Desa Pelangan, Buwun Mas, Desa Persiapan Empol, Lembar Selatan dan Taman Ayu. Diperkirakan terdapat 1.450 jiwa lebih terdampak. Pihaknya pun langsung turun mengecek kondisi di beberapa kawasan terdampak, karena informasi ada warga yang sempat mengungsi. “Tapi banjir surut sekitar 1-2 jam,” ujarnya.

Di Kabupaten Lombok Utara (KLU), hujan lebat yang turun selama 2 jam, Sabtu, 4 Desember 2021, menyebabkan air Sungai Cupek meluap. Luapan itu menimbulkan genangan air setinggi antara 10 – 50 cm di perkampungan warga Muara Putat, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang.

BPBD Kabupaten Lombok Utara (KLU), mencatat 37 rumah penduduk setempat terendam setinggi di bawah lutut. Sebanyak 39 KK atau 97 jiwa dipaksa untuk berjaga mengantisipasi luapan air lebih tinggi lagi.

Kalak BPBD KLU, H. M. Zaldy Rahadian, ST. MT., melalui Kabid Darlog, Muhrim, S.Pd., menerangkan luapan air di perkampungan warga Muara Putat terjadi, karena tanggul pembatas yang menahan air sungai jebol. Akibatnya, volume air sungai mengarah ke perkampungan warga. “Tidak ada korban jiwa. Warga juga tidak diungsikan atau dievakuasi dikarenakan masih kondisi aman,” ujar Muhrim.

Untuk diketahui, hujan pada Sabtu sore berlangsung hampir di seluruh wilayah Lombok Utara. Di wilayah Pemenang sendiri, hujan cukup lebat berlangsung sejak pukul 14.00 WITA hingga 16.00 WITA, dan menyebabkan banjir luapan kali Putat – perbatasan Desa Sigar Penjalin dan Desa Pemenang Timur.

Genangan pada perkampungan warga terjadi sekitar pukul 20.30 WITA. Hingga pukul 22.30 WITA, air masih belum surut. Muhrim mengatakan, kondisi tersebut langsung disikapi. Tim Siaga Pemda Lombok Utara langsung turun ke lapangan memantau dan melakukan kajian cepat terhadap dampak yang ditimbulkan. “Untuk warga sendiri, kita di BPDB memberikan selimut. Sedangkan sembako ditangani instansi terkait,” ucapnya.

Muhrim melanjutkan, perlu dilakukan upaya antisipatif untuk jangka panjang. Pasalnya, kali Cupek menampung air dari dua anak sungai, yakni Sungai Kelambu dan Sungai Buruan. (her/ari)

Advertisement