Cuaca Buruk, Nelayan Berhenti Tangkap Benur

Ilustrasi benih lobster. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Sejumlah kelompok nelayan penangkap benih lobster (benur) di Sumbawa Barat, memilih untuk menghentikan aktifitasnya sementara waktu.  Cuaca buruk yang terjadi di wilayah setempat sejak beberapa minggu lalu serta belum jelasnya pembudi daya yang akan mengambil hasil tangkapan mereka menjadi faktor.

“Iya memang sudah tidak ada penangkapan benur sejak beberapa minggu yang lalu karena terkendala cuaca buruk,” ungkap Kepala Dinas Perikanan (Kadiskan) Kepada Suara NTB melalui Kabid perikanan tangkap Arkamuddin S. Pi., M. Si. Apalagi lokasi tangkapan benur di KSB paling banyak di wilayah selatan dan saat ini ombaknya sedang tidak bersahabat.

Bahkan sejak 10 kelompok yang diberikan izin menangkap hanya sekitar 1.800 ekor saja yang berhasil ditangkap. Itupun hanya di satu lokasi saja yakni di Kecamatan Sekongkang yang berbatasan langsung dengan Lunyuk. Minimnya hasil tangkapan terjadi karena faktor sarana penangakapan yang belum memadai serta aktifitas ilegal fishing yang masih marak. Kondisi tersebut diperparah dengan cuaca buruk yang terjadi saat ini sehingga nelayan juga memilih untuk melakukan usaha yang lain dibandingkan menjadi penangkap benur. Mereka beranggapan daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama di laut lebih baik kembali bekerja sebagai petani sembari menunggu cuaca bersahabat. ” Hasil tangkapan benur kita memang masih sangat kecil karena potensi kita juga sedikit disamping sarana yang miliki belum optimal,” tukasnya.

Seraya menambahkan, maraknya aksi ilegal fishing dengan menggunakan potasium dan bom ikan juga menjadi masalah yang dihadapi saat ini. Sehingga tingkat pertumbuhan lobster sangat kecil akibat habitatnya rusak. Bahkan dari laporan yang diterima dari masyarakat setempat, aktifitas pengeboman hampir setiap hari dilakukan dan warga sekitar juga tidak berani melarang. Untuk itu, pengawasan terhadap persoalan ilegal fishing harus dilakukan secara maksimal supaya ekosistem laut bisa tetap terjaga. “Kami sangat berharap supaya pengawasan terkait ilegal fishing harus dilakukan secara maksimal untuk menekan terjadinya kerusakan,” tukasnya. (ils)