Cuaca Buruk, Empat Jalur Pendakian Tambora Ditutup

Salah satu jalur pendakian ke Gunung Tambora (Suara NTB/dok)

Dompu (Suara NTB) – Balai Taman Nasional Tambora (TNT) Kabupaten Dompu, menutup empat jalur resmi pendakian. Hal itu menyusul kondisi cuaca yang sulit diprediksi. Belum diketahui pasti hingga kapan penutupan ini berlangsung.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha TNT, Deny Rahadi kepada Suara NTB di kantornya, Senin, 17 Februari 2020 menjelaskan, penutupan jalur pendakian menuju kaldera raksasa tambora sejak Januari 2019, terpaksa dilakukan karena kondisi cuaca yang tidak kondusif. Kadang terjadi hujan lebat disertai petir dengan intensitas tinggi, pun terkadang panas.

Iklan

“Cuaca ekstrem tidak, tapi kondisinya sekarang ini tidak kondusif. Kadang hujan lebat kemudian panas, itu yang kita khawatirkan. Panas kita buka begitu sampai puncak tiba-tiba hujan lebat kan berbahaya,” ungkapnya.

Perkembangan cuaca Gunung Tambora diterima berdasarkan laporan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandara Internasional Lombok (BIL). Kemudian dipadukan dengan pantauan langsung timnya di lapangan.

Sampai hari ini (kemarin), lanjut dia, kondisi cuaca masih belum kondusif. Di mana sebagian besar wilayah NTB akan diguyur hujan sedang hingga lebat yang disertai petir. “Makanya masih kita tutup. Ada beberapa izin travel yang minta masuk tapi belum kita berikan. Karena keselamatan pengunjung ini yang paling utama,” ujarnya.

Belum bisa dipastikan hingga kapan penutupan empat jalur pendakian tersebut berlangsung. Sepenuhnya tergantung pada perkembangan cuaca di lapangan.

Sementara, ditanya apakah kondisi ini turut membayakan ribuan warga di 12 desa lingkar tambora, dikatakan Deny Rahadi, sejauh ini masih belum jadi ancaman serius. “Kalau untuk masyarakat di kaki gunung tambora sampai sekarang masih aman statusnya,” pungkas dia. (jun)