CPNS Peserta SKB Diminta Patuhi Aturan Isolasi Mandiri

Ilustrasi seleksi CPNS. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Peserta seleksi komptensi bidang (SKB) CPNS 2019 diharapkan mematuhi peraturan untuk melakukan isolasi mandiri 14 hari sebelum jadwal pelaksanaan tes. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs.Muhammad Nasir, menekankan hal tersebut dilakukan untuk menekan potensi penularan virus Corona (Covid-19) yang masih berlangsung.

‘’Karantina mandiri itu, intinya supaya mereka menjaga kesehatan, kebugaran tubuh. Supaya imunnya tidak turun,’’ jelas Nasir saat dikonfirmasi, Senin, 3 Agustus 2020. Diterangkan, dalam proses pelaksanaan SKB nanti pihaknya akan menyediakan tim kesehatan khusus untuk melakukan pengecekan.

Iklan

Jika peserta SKB menunjukkan gejala seperti peningkatan suhu tubuh, pihaknya akan memisahkan peserta tersebut peserta lainnya. Di mana peserta tersebut akan diminta menjalani SKB di ruang ujian khusus yang disediakan.

‘’Kalau suhunya tinggi di atas 37 derajat celcius, kita istirahatkan di ruangan mandiri. Setelah 5 menit dites lagi, kalau ternyata belum turun peserta akan mengikuti ujian di ruangan khusus. Itu sudah disiapkan di semua tempat tes,’’ jelas Nasir.

Menurutnya, peraturan isolasi mandiri tersebut merupakan arahan langsung dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kendati demikian, peserta ditekankan masih boleh melakukan aktivitas seperti biasa dengan catatan tetap menjaga kesehatan dan mematuhi protokol yang direkomendasikan.

‘’Mereka masih boleh beraktivitas, tapi jaga diri. Semuanya pasti dapat tes, kecuali yang positif dengan sangat terpaksa (tidak diizinkan mengikuti tes). Karena itu kita mengimbau 14 hari sebelumnya, lakukan isolasi mandiri. Kita harapkan saat hari pelaksanaan tidak terjadi hal-hal yan tidak kita inginkan,’’ ujar Nasir.

Di sisi lain, pihaknya juga meminta para peserta untuk melakukan rapid test sebelum mengikuti SKB. Hal tersebut terutama diberlakukan bagi peserta dari luar pulau dan luar provinsi. ‘’Kalau antar kabupaten/kota (dalam satu pulau) cukup pakai keterangan sehat saja,’’ ujarnya.

Sebagai informasi, BKN telah menetapkan pelaksanaan SKB mulai digelar 1 September – 12 Oktober mendatang. Hal tersebut diatur dalam surat Kepala BKN No. K 26-30/V 116-4/99, yang mengatur tahapan pelaksanaan seleksi di masing-masing provinsi.

Berdasarkan catatan BKD NTB, jumlah peserta SKB CPNS 2019 sebanyak  6.765 orang. Rinciannya, untuk peserta dari Lombok Tengah sebanyak 1.145 orang, Lombok Timur 1.192 orang, tingkat provinsi 942 orang, Kota Mataram 619 orang, Sumbawa 613 orang. Selanjutnya, Dompu 498 orang, Lombok Utara 479 orang,  Bima 438 orang, Lombok Barat 407 orang dan Kota Bima 183 orang.

Diterangkan, jumlah pelamar yang ikut seleksi kompetensi dasar (SKD) se-NTB sebanyak 73.067 orang. Namun peserta yang tidak hadir sebanyak 4.535 orang, dan sebanyak 24.165 orang yang memenuhi passing grade. Sedangkan 48.880 orang lainnya tidak memenuhi passing grade.

Meskipun ada 24.165 pelamar yang memenuhi passing grade. Namun tidak semuanya bisa ikut SKB. Karena setiap formasi hanya diambil tiga besar. Sehingga peserta atau pelamar CPNS 2019 di NTB yang akan ikut SKB, September – Oktober mendatang sebanyak 6.765 orang.

Dalam rekrutmen CPNS 2019, Pemda di NTB mendapatkan 3.204 formasi dari Kemen PANRB. Dengan rincian, Pemprov NTB 414 formasi, Kota Mataram 275 formasi, Lombok Barat 205 formasi, Loteng 479 formasi, Lotim 482 formasi. Selanjutnya, Lombok Utara 237 formasi, Sumbawa Barat 105 formasi, Kabupaten Sumbawa 342 formasi, Dompu 249 formasi, Bima 241 formasi dan Kota Bima 175 formasi. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here