CPMI Diingatkan Tak Tergiur Iming-Iming Calo Pekerja Migran

0
Fatahullah. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima mengingatka warga yang ingin bekerja di luar negeri alias Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) agar tidak tergiur iming-iming calo pekerja migran.

“Jangan tergiur iming-iming calo yang mengajak warga bekerja di luar negeri tanpa melalui prosedur,” kata Kepala Disnakertrans Kabupaten Bima, Fatahullah, S.Pd, Senin, 15 November 2021. Ia mengaku penempatan PMI di luar negeri tanpa prosedural atau secara ilegal sangat berisiko. Seperti tidak bisa dijangkau oleh Pemerintah ketika ada persoalan, hingga tidak bisa mendapatkan santunan saat mengalami kecelakaan kerja.

IKLAN

“Penempatan oleh calo justru akan merugikan calon PMI karena tidak sesuai prosedural,” ujarnya. Untuk menghindari praktek calo pekerja migran, Fathula mengaku pihaknya terus intens melakukan sosialisasi pada 191 Desa di Kabupaten Bima. Selain itu, Disnakertrans juga memudahkan proses pendaftaran hingga mengurus tanpa dipungut biaya apapun.

“Pendaftaran dokumen warga yang ingin bekerja ke luar negeri sebagai PMI, kini diproses satu pintu di Disnakertrans, tidak melalui calo. Dan mengurus administrasi juga gratis dan tidak dibuat sulit,” ujarnya. Upaya ini lanjutnya, menindaklanjuti kesepakatan atau MoU antara Bupati Bima dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang diteken beberapa waktu lalu. Dalam kerja sama itu adalah memerangi kerja para Calo yang membuat pekerja migran berangkat secara ilegal.

“MoU ini sebagai upaya kita untuk memerangi calo pekerja migran dan melindungi calon pekerja migran karena banyak warga yang disesatkan serta diiming-iming dengan berbagai cara,” ujarnya.

Fatahullah menambahkan karena ulah oknum calo, setiap tahun tercatat ada 5 sampai 6 pekerja migran asal Kabupaten Bima yang sulit dijangkau oleh Pemerintah. Bahkan saat mengalami kecelakaan kerja mereka tidak bisa mendapatkan santunan saat mengalami kecelakaan kerja.

“Setiap tahun ada warga Bima yang bekerja di luar negeri lewat calo, hilang kontak dengan keluarga. dan ada juga yang meninggal di luar negeri tanpa dipulangkan ke tempat asal,” pungkasnya. (uki)