Covid Tuntas, Kunci Kebangkitan Ekonomi NTB

H. Amry Rakhman (Suara NTB/dok), H.L.Gita Ariadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) -Pemprov ingin segera terjadi kebangkitan ekonomi NTB. Salah satu kuncinya adalah tuntasnya Covid-19. Dengan kondisi yang ada sekarang dengan masih terjadinya peningkatan kasus positif, roda ekonomi harus tetap bergerak dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
Sehingga semua bisa aman dan produktif.

Makanya, sekarang sambil ini (penanganan dari sisi kesehatan) kita tetap. Ibarat bersepeda, tak bisa kencang, ngebut karena ada kendala-kendala. Tapi kita tak boleh berhenti mengayuh, kata Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si., dikonfirmasi di Kantor Gubernur kemarin.

Sekda mengatakan, jika berhenti mengayuh dalam kondisi seperti saat ini. Maka ekonomi akan ambruk. Kita berharap segera tuntas Covid ini. Covid ini tuntas, maka kita akan terbantu bergeraknya sektor perhubungan, sektor akomodasi, yaitu merupakan komponen sektor pariwisata, terangnya.

Ketika Covid berlalu, ada harapan besar sektor pariwisata akan bangkit. Jika sektor pariwisata bergerak, maka sektor lainnya juga akan ikut bergerak, seperti perhubungan, akomodasi dan UMKM.

Kalau itu terjadi, maka sektor pariwisata dengan multiplier effect-nya akan memberikan dampak ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, katanya.
Pada libur akhir tahun ini, kata Wakil Ketua Satgas Covid-19 Provinsi NTB ini, wisatawan menjadikan Lombok sebagai pilihan untuk berlibur. Karena Bali mensyaratkan setiap wisatawan yang masuk ke sana harus menunjukkan hasil tes swab PCR.
Sementara NTB masih agak longgar, hanya dengan mensyaratkan wisatawan yang berkunjung menunjukkan hasil rapid test antigen yang berlaku selama 14 hari. Dengan (syarat) longgar seperti itu, kita terus mencermati keadaan, ujarnya.

Gita menjelaskan, mengembalikan gairan sektor pariwisata akibat Covid-19 memang jauh lebih berat dibandingkan dampak peristiwa bom Bali I dan II. Pada peristiwa bom Bali I dan II, sektor pariwisata bisa lebih cepat dipulihkan dengan cara meyakinkan wisatawan bahwa kondisi NTB aman.
Sekarang ini mau ke mana. Semua penjuru sedang menghadapi Covid. Orang berjalan-jalan ke antero dunia turun. Ini musibah kolektif. Sehingga mereka tak ada niat untuk berwisata, terangnya.
Pada 2021, ekonomi NTB diharapkan tumbuh positif. Bahkan, Pemprov menargetkan pertumbuhan ekonomi NTB di kisaran 2,75 persen sampai dengan 3,30 persen.

Kemudian tingkat inflasi berkisar antara 3 – 4 persen. Sedangkan, tingkat kemiskinan ditargetkan turun menjadi 12,98 persen, gini rasio sebesar 0,353, Indeks pembangunan manusia sebesar 69,20 poin dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,30 persen.

Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M. Si., mengatakan upaya yang dilakukan untuk mengejar target makro tersebut berupa perlindungan sekaligus pemulihan ekonomi masyarakat. Pemulihan awal, dilakukan 2020 ini. Tahun depan, targetnya sedikit agak progresif karena masyarakat sudah mulai produktif di berbagai sektor terutama UMKM dan pertanian dalam arti luas.

Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 2,75 – 3,3 persen tahun 2021, maka akan berpengaruh terhadap pengurangan angka pengangguran dan penurunan angka kemiskinan. Dengan tumbuhnya ekonomi, maka kesempatan kerja bertambah.

Dengan begitu maka pendapatan masyarakat meningkat. Kalau pendapatan meningkat, maka jumlah kemiskinannya menurun, terangnya. (nas)