Covid Melandai, Ekonomi NTB Membaik

Tanjung (Suara NTB) – Kasus Covid-19 di NTB terus melandai. Fenomena ini mengisyaratkan terjadinya perbaikan ekonomi. Di akhir tahun 2021 ini, bahkan diproyeksikan ekonomi NTB terus membaik di akhir tahun ini. Dalam beberapa waktu terakhir ini angka penularan kasus covid-19 makin mengecil, sirine lalu lalang ambulance yang identik membawa pasien-pasien covid juga mulai jarang terdengar.

Demikian juga pengumuman orang meninggal dunia karena covid turut makin jarang terdengar. Pelan-pelan, psikologis masyarakat mulai merasa tidak terlalu tertekan. Memasuki dua tahun sudah pandemi covid-19. Ekonomi hampir seluruh negara di dunia ini keok, karena pandemi. Optimisme membaik tentang penanganan covid-19.

Iklan

Pemerintah daerah, didukung Polisi dan TNI terus menggempur untuk pelayanan vaksinasi. Apalagi Lombok dalam waktu dekat akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan balap motor kelas dunia, World Superbike di Sirkuit Mandalika. Menyusul gelaran MotoGP pada April 2022 nanti.

Deputy Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, Achmad Fauzi kepada Suara NTB saat mengikuti kegiatan panen kurma di Desa Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Jumat (1/10) kemarin mengatakan, pelandaian kasus Covid-19 ini menjadi tanda-tanda baik dan ujungnya akan meningkatkan pergerakan perekonomian.

Pemerintah juga terus memberikan pelonggaran kegiatan ekonomi. Pembatasan pergerakan orang juga sudah tak lagi seketat sebelum-sebelumnya. Hal ini menurut Fauzi dapat mendorong konsumsi masyarakat  meningkat. Omzet pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga berpotensi meningkat. “Kalau melihat dengan pelonggaran PPKM, kita bisa berharap growt ekonomi akan meningkat di akhir tahun 2021. Tanda-tanda itu sudah terlihat,” demikian Fauzi.

Harapannya, masyarakat tidak terlena. Tetap melaksanakan protokol Covid-19, dan tentu berpartisipasi mengikuti program vaksinasi yang digencarkan pemerintah untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok terhadap penyakit menular).

Di tengah optimisme perbaikan kondisi ekonomi, seperti sebelumnya dikemukakan Kepala Bank Indonesia NTB, Heru Saptaji, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan II-2021 tercatat sebesar 4,68% (yoy), masih lebih rendah dibandingkan nasional yang sebesar 7,07% (yoy).

Pada tahun 2021 mulai Bulan Maret, inflasi NTB secara tahunan (yoy) selalu lebih tinggi dari nasional. Tren ini berlanjut hingga Agustus 2021 di mana inflasi NTB mencapai 1,75% (yoy) sedangkan nasional sebesar 1,59% (yoy). Hal ini perlu menjadi perhatian (alert), karena inflasi yang terjadi tersebut utamanya didorong oleh dominasi Volatile Food Inflation (VFI) yang relatif kerap tinggi, sebesar 5,76% (yoy) per Agustus 2021. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional