Covid-19 Pengaruhi Harga Jual Tanah

H. Heri Susanto. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Covid-19 membawa dampak yang cukup luas. Salah satunya harga-harga menjadi turun akibat daya beli masyarakat yang ikut turun. Bahkan harga tanah ikut turun.

Dalam sejarahnya, kata Ketua Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTB, H. Heri Susanto, penurunan harga tanah saat ini sampai setengah dari harga sebelumnya.

Iklan

“Tumben sampai harga tanah turun selama ini. Di jalur menuju Senggigi contohnya. Sebelumnya harga tanah kisaran Rp200an juta se are, sekarang ditawarin Rp100 juta seare,” ungkapnya. Pemilik lahan yang menjual tanahnya juga banyak. Karena terdesak kebutuhan. Apalagi Indonesia dalam ancaman resesi, seperti yang disampaikan terbuka oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Harga lahan bisa lebih rendah.

Heri Susanto menambahkan, seluruh aktivitas ekonomi terdampak. Para pengembang juga merasakan beratnya pengaruh covid-19. “Resesi itu kan dirasakan. Sebelum diumumkan resesi, pengembang juga sudah merasakan beratnya situasi ini,” imbuhnya. Tidak sedikit juga pengembang yang wait and see. Menahan produksi. Meskipun tingkat kebutuhan perumahan juga tinggi. Apalagi pengembang juga menggunakan dana dari lembaga keuangan untuk membangun.

Pada bagian lain, H. Heri juga menyebut tingginya permintaan perumahan. Sementara kuota rumah subsidi untuk tahun ini habis terserap. Tahun 2020, ini Provinsi NTB mendapat kuota rumah subsidi 2.000an unit. Kuota ini tersebar terbanyak di Bank NTB Syariah 1.650 unit, BTN 300 unit, BRI serta BNI hanya puluhan unit. “Ini menjadi pemikiran kita, kuota sudah habis, sementara animo masyarakat untuk memiliki rumah subsidi sangat tinggi,” kata Heri Susanto.

Salah satu yang diharapkan adalah Selisih Suku Bunga (SSB) salah satu perbankan. KPR SSB adalah Kredit kepemilikan rumah yang diterbitkan oleh Bank Pelaksana secara konvensional yang mendapat pengurangan suku bunga melalui Subsidi Bunga Kredit Perumahan. Polanya tak jauh beda dengan KPR subsidi. Hanya saja SSB ini tidak dimiliki oleh semua bank. Hanya bank-bank tertentu saja yang menerapkannya. (bul)