Covid-19 Melandai, Dua Kecamatan di KSB Masih Zona Merah

Infografik perkembangan kasus Covid-19 di KSB per 18 Oktober 2020.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Kasus infeksi Covid-19 di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali melandai. Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kabupaten, dalam sepekan terakhir tidak ada lagi kasus baru yang terdeteksi.

Kasus terakhir yang muncul diumumkan pada tanggal 11 Oktober lalu yang terdeteksi di kecamatan Seteluk. Dan hingga pengumuman per 18 Oktober, tidak ada lagi kemunculan kasus infeksi. “Alhamdulillah kalau lihat trend-nya kita mulai mengalami penurunan lagi,” terang juru bicara Gugus Tugas Covid-19 KSB, H. Tuwuh, Senin, 19 Oktober 2020.

Iklan

Kasus terakhir yang terdeteksi di kecamatan Seteluk, sempat menempatkan jumlah pasien Covid-19 aktif di KSB sebanyak 12 orang. Dan itu termasuk jumlah terbanyak. Namun kata H. Tuwuh, setelahnya, berangsur kesembuhan dari pasien lainnya sehingga posisi per tanggal 18 Oktober, pasien positif tersisa 5 orang. Di mana seluruhnya kondisi kesehatan pasien stabil. “Kesehatan pasien stabil semuanya. Mereka ada yang menjalani karantina mandiri empat orang dan satu lagi di karantina di RSUD Asy Syifa,” urainya.

Kelima pasien positif itu sendiri, berasal dari 2 kecamatan, masing-masing 4 orang dari kecamatan Taliwang dan 1 orang dari kecamatan Seteluk. Disebutkan H. Tuwuh, selain penurunan kasus tanpa ada tambahan dalam sepekan terakhir, juga turut menyusutkan jumlah wilayah zona merah. “Minggu lalu kita ada lima kecamatan, sekarang tinggal dua sisanya,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, selanjutnya kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KSB ini menyebutkan, cara efektif menekan laju kasus virus corona saat ini tidak dapat cukup dengan kesigapan pemerintah. Masyarakat harus pula mengambil peran aktif tidak saja dalam melindungi diri dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19. Tetapi juga dalam memberi dan menerima informasi seputar perkembangan virus corona di lingkungannya masing-masing.

“Informasi yang kami maksud di sini. Misalnya melaporkan diri ke gugus tugas setempat kalau sehabis pulang bepergian ke luar daerah, atau kemudian tidak langsung percaya informasi mengenai Covid yang sumbernya tidak jelas sehingga menimbulkan kepanikan,” imbuh H. Tuwuh. (bug)