Corona “Paksa” Pemerintah Wujudkan Transformasi Bisnis

H. Fathurrahman (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pandemi virus Corona (Covid-19), memaksa pemerintah mewujudkan transformasi bisnis. Terutama untuk transformasi sistem jual beli luar jaringan menjadi dalam jaringan (daring) untuk menekan potensi penularan virus.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB, Drs.H.Fathurrahman, menerangkan saat ini pihaknya tengah mendorong pelaku UMKM agar beramai-ramai melakukan tranformasi menuju basis digital. ‘’Kalau kita melihat memang sudah banyak yang melakukan itu dengan komunitas-komunitas. Artinya ada sayur.com, bertais.com, ada sawahku.com dan lainnya,’’ ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu, 26 Juli 2020.

Iklan

Diterangkan, transformasi ke basis usaha digital saat ini diperlukan untuk memudahkan transaksi antra pelaku usaha dan pembeli. Terutama dengan adanya pandemi Covid-19 yang salah satu upaya penanganannya adalah menerapkan pembatasan fisik atau mengurangi pertemuan langsung.

Menurut Fathurrahman, selama pandemi berlangsung tren jual-beli daring memang terpantau mengalami peningkatan. ‘’Jadi perkembangan itu menunjukkan, bahwa pelaku usaha itu sudah bisa beralih beradaptasi dengan beberapa hal berkaitan dengan daring itu,’’ jelasnya.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 disebut dapat membuat perputaran modal pelaku usaha melambat dan menyulitkan pengembangan usaha. Untuk itu pelaku usaha banyak yang memutuskan berinovasi dengan beralih pada penjualan daring.

Kendati demikian, akses menuju pasar daring diakui masih terbatas. Terutama untuk pelaku usaha yang ada di tingkat kabupaten dan mengalami keterbatasan literasi digital, modal, serta pengetahuan umum terkait pasar daring.

“Untuk itu kita membentuk lebih kepada teknis yang lebih menyentuh. Seperti Lades (Lapak Desa) itu, kemudian I-shop kita akan melakukan pendampingan pelatihan yang betul-betul untuk para pelaku usaha ini bisa beradaptasi dengan digitalisasi marketing,” ujar Fathurrahman.

Dalam waktu dekat pihaknya akan memberikan pelatihan khusus pada pelaku usaha untuk bisa melakukan usaha dengan basis digital. Hal tersebut diproyeksi akan memberikan hasil signifikan, mengingat tren belanja di masyarakat juga beralih pada belanja daring.

  Cadangan Premium Menipis, Kendaraan Mewah Masih Doyan Gunakan BBM Subsidi

“Ini sudah kita buatkan jadwal buat para pelaku usaha diberikan pelatihan. Mudahan bisa di bulan September kita mulai,” jelasnya.

Pelatihan tersebut kedepan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk menyesuaikan diri dengan tren jual-beli yang terdampak pandemi Covid-19 yang berlangsung. Dicontohkan seperti pasar tradisional yang diharapkan juga dapat digarap dengan basis digital.

“Jadi nanti kita akan latih marketingnya itu. Sehingga dia akan familiar dengan e-commerce dan dia bisa mengolah, jadi kita latih secara detail. Karena sekarang semua sudah online,” tandas Fathurrahman. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here