Clination, Dokter Muda Pencinta Alam dan Bakti Sosial

Giri Menang (Suara NTB) – Para dokter muda yang bertugas di Pulau Lombok ini menamakan diri Komunitas Clination. Mereka merupakan dokter muda pencinta alam yang suka menjelajah. Hanya saja, mereka menjelajah sembari memberikan penyuluhan tentang kesehatan dan memberikan bantuan obat-obatan kepada masyarakat. Mereka bahkan pergi ke desa-desa terpencil yang belum memiliki puskesmas.

“Kami semua dari Bandung, tapi ditugaskan di Lombok. Kami juga bekerjasama dengan fakultas kedokteran salah satu perguruan tinggi di sini. Kami traveling sambil melakukan bakti sosial, saya pikir semua orang bisa melakukan ini,” kata Anggota Komunitas Clination dr. Roesita Shinta Dewi kepada Suara NTB, di Giri Menang, Sabtu (20/8/2016).

Iklan

Saat ini jumlah tenaga medis yang tergabung dalam Clination sebanyak 23 orang. Ia juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin bergabung. Pasalnya bakti sosial ini juga dilakukan sambil traveling, sehingga siapapun bisa bergabung.

“Kita melakukan clinic on vacation, kita berikan pengobatan gratis dan juga memberikan sosialisasi tentang kesehatan,” ujarnya.

Tidak berhenti sampai disitu, komunitas ini juga memberikan buku bagi anak-anak di pedesaan yang dianggap membutuhkan banyak buku. Ia juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menyumbang atau turut melakukan bakti sosial.

“Lombok merupakan daerah pertama di luar Jawa sebagai lokasi perjalanan kami. Sebab kami ingin kehadiran kami bisa memberi manfaat bagi orang lain,” ujar Roesita.

Ia melihat masyarakat di Lombok masih perlu diberikan pemahaman lebih tentang pentingnya menerapkan perilaku hidup sehat. Ia juga menyayangkan masih ada desa yang belum memiliki puskemas maupun puskesmas pembantu. Bahkan di salah satu desa yang mereka datangi, hanya terdapat satu orang bidan yang bertugas.

“Itu sangat disayagkan. Idealnya di satu desa itu ada puskesmas atau layanan kesehatan lainnya, misalnya puskesmas pembantu. Bahkan di satu desa yang kami datangi itu hanya ada satu bidan dan tidak ada dokter,” ungkapnya.

Ia berharap para pencinta alam mampu melakukan hal serupa. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan lebih. Misalnya memberikan sosialisasi tentang suatu hal yang bermanfaat bagi masyarakat. (lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here