CKN dan BNN Sasar SMA 6 Mataram untuk Cegah Dini Penyalahgunaan Narkoba

Penyerahan sertifikat dari Kepala BNN Kota Mataram Nur Rachmat kepada Kepsek SMA 6 Mataram Sunoto didampingi Ketua CKN Padma Sari Susanto. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Cahaya Kehidupan Nusantara (CKN) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram menyasar para pelajar SMA 6 Mataram dalam rangka pencegahan bahaya narkoba. Dalam sosialiasi Sabtu, 23 Februari 2019, ditekankan soal bahaya narkotika yang dapat merusak otak dan sistem kecerdasan hingga kekebalan tubuh.

Ketua CKN Padma Sari Susanto mengaku prihatin dengan fenomena pelajar yang terpapar narkoba. Data BNN, disebutnya, ada 1000 lebih siswa terpapar narkoba. “Sehingga menurut kami penting dilakukan pencegahan. Karena pelajar SMA adalah kelompok paling rentan sebagai pengguna narkoba,” ujarnya.

Jangan sampai yang tadinya tahap coba coba, menjadi pemakai aktif. Sehingga pendekatan persuasif dirasanya lebih antisipatif.

Bagi dia, pendekatan persuasif lebih penting dari penindakan. Karena harapan besarnya, dengan edukasi, semua pihak akan saling menjaga. Baik di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.

Kegiatan sosialisasi diisi dengan sejumlah hiburan, doorprize, modern dance, live music. Hadir Kepala BNN Kota Mataram Drs. H.Nur Rachmat, Apt dan Kepala SMA 6 Mataram, Sunoto, SP.d.

Selain SMA 6, sosialisasi berikutnya ke sejumlah sekolah favorit, SMA 8 Mataram dan SMA 5 Mataram, setelah sebelumnya diawali dengan roadshow ke ruang kelas.

Kepsek SMA 6 Mataram Sunoto mengaku senang dengan kehadiran kegiatan tersebut. Bahkan ia memutuskan membebaskan siswa dari aktivitas belajar pagi. “Karena kami menganggap begitu pentingnya kegiatan ini,” tandasnya.

Sementara Kepala BNN Kota Mataram H.Nur Rachmat mengungkapkan bahaya narkoba bisa merusak tiga jenis otak. Diantaranya otak belakang atau barang otak, sistem lidik dan otak depan. “Otak itu seperti raja, dia mengawasi dan menjaga kita. Jika sistem otak kita rusak, maka tidak ada yang menjaga kita,” kata Nur Rachmat.

Narkoba dapat berpengaruh buruk, seperti penurunan kecerdasan, emosional yang tak terkendali, kekebalan tubuh menurun.

Namun, katanya, narkoba bisa dicegah. Dengan dukungan diri sendiri atau faktor individu, lingkungan keluarga, faktor teman sebaya kemudian faktor lingkungan. “Tapi jangan abaikan mereka. Jika ada menemukan teman teman kalian terkena narkoba, dekati, rangkul, dia butuh orang yang lebih dewasa untuk menasehati,” sarannya. (ars/*)