CJH NTB Tarik Dana Haji, Kembali Berangkat Haji Harus Menunggu 34 Tahun

Ilustrasi Uang (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi memutuskan penundaan pelaksanaan ibadah haji tahun 2021. Kanwil Kemenag NTB mencatat ada 30 Calon Jemaah Haji (CJH) yang mengambil Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Bagi CJH yang mengambil BPIH, maka otomatis melakukan pembatalan ibadah haji. Sehingga, jika mereka ingin kembali berangkat ibadah haji, maka harus menunggu selama 34 tahun sesuai dengan daftar tunggu CJH NTB saat ini.

Iklan

Sedangkan 11 CJH yang mendapatkan porsi tahun ini mengambil Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH). Namun, mereka masih diprioritaskan untuk berangkat haji tahun depan, ketika pelaksanaan ibadah haji dibuka.

‘’Banyak juga yang membatalkan porsinya. Itu karena ada yang meninggal, sakit, ada juga karena himpitan ekonomi juga,’’ ungkap Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB, Hj. Eka Muftati’ah, S.H., M.H., dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 6 Juni 2021.

Muftati’ah menjelaskan, penundaan pelaksanaan ibadah haji tahun 2021 berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 660 Tahun 2021. Penundaan pelaksanaan ibadah haji 2021 karena Pemerintah Indonesia belum menerima kuota CJH dari Pemerintah Arab Saudi.

Kemudian, alasan pandemi Covid-19 yang masih merebak hampir di semua negara. Ia menjelaskan KMA tersebut juga diatur mengenai pengambilan uang pelunasan haji atau BIPIH.

CJH yang batal berangkat haji tahun ini diperbolehkan mengambil BIPIH. Dan akan tetap mendapatkan porsi naik haji tahun depan. Namun, bagi CJH yang mengambil BPIH, maka mereka sudah membatalkan untuk ibadah haji.

‘’Kalau BIPIH diambil, itu penundaan haji. Tetapi kalau BPIH yang diambil, berarti pembatalan porsi. Jadi porsinya diambil. Nanti kalau dia berhaji lagi, mendaftar lagi, daftar baru dan waiting listnya lebih lama lagi. Sebab, kalau daftar lagi maka waiting listnya menjadi 34 tahun,’’ terangnya.

Dengan adanya penundaan pelaksanaan ibadah haji tahun 2021, kata Muftati’ah, daftar tunggu CJH NTB menjadi 34 tahun. Untuk itu, pihaknya menyarankan bagi CJH NTB agar tidak mengambil BPIH-nya. Karena jika itu diambil, maka porsinya akan hilang.

Jumlah CJH NTB yang batal diberangkatkan tahun ini sebanyak 4.412 orang ditambah 45 lansia. Terbanyak Lombok Timur dan Lombok Tengah, karena jumlah penduduknya paling banyak di NTB. Sedangkan kabupaten yang paling sedikiy kuota CJH adalah Lombok Utara. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional