Ciptakan Santri dan Santriwati Qur’ani, LHIBS Lobar Isi Nuzulul Qur’an dengan Aneka Lomba

Pembukaan Nuzulul Qur'an di Pesantren LHIBS yang diisi beragam lomba. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Sebagai salah satu dari 11 sekolah yang diizinkan untuk belajar tatap muka dan boleh berkegiatan di sekolah di Lombok Barat (Lobar). Pesantren Lentera Hati Islamic Boarding Scholl (LHIBS) di Desa Jatisela Kecamatan Gunungsari memanfaatkan hal itu untuk mengajak para santri dan dan santriwatinya untuk bisa memaknai Nuzulul Qur’an di bulan Ramadhan ini dengan mengadakan berbagai perlombaan untuk lebih meningkatkan cinta akan Al-Qur’an.

Direktur Lentera Hati, Ridhatur Rohmi menuturkan kesempatan bisa bersekolah dan berkegiatan secara langsung di saat sekolah yang lain belum memiliki izin, ini harus dimanfaatkan dengan baik. “Kita bersyukur bisa menikmati Nuzulul Qur’an walaupun dengan sederhana dan tidak semeriah sebelum-sebelumnya” ungkap perempuan yang akrab disapa Bunda Ridha ini, Kamis, 29 April 2021.

Iklan

Menurutnya, ada tujuh perlombaan yang diadakan untuk memacu semangat dan antusias para santri dan santriwati SMP yang tinggal di pondok. Dengan jumlah keseluruhan baik ikhwan maupun akhwat itu sekitar 135 lebih yang mengikuti perlombaan Nuzulul Qur’an di sana. “Tujuan kita mengadakan ini tentu untuk menumbuhkan dan memupuk rasa cinta para santri terhadap Al-Qur’an untuk menjadi generasi Qur’ani,” ungkapnya.

Terlebih mengingat program andalan yang diusung sekolah Islami itu yakni program tahfiz. Yang tujuan utamanya tentu saja untuk mengajarkan yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar supaya menjadi bisa. Bukan hanya nenerima yang sudah bisa mengaji saja. “Ada santri kami yang awalnya tidak bisa membaca Qur’an sama sekali, sekarang bisa hafal 6-7 juz,” tutur dia.

Sekolah yang jumlah siswanya mulai dari Day Care, kemudian PAUD hingga SMP sekitar 450 siswa ini pun sudah memiliki izin untuk berkegiatan di sekolah sejak Juni 2020 lalu. Hal itu pun diupayakan pihak sekolah lantaran banyak wali murid yang mengeluh dengan kebiasaan baru belajar daring, itu justru menyebabkan anak lebih banyak bermain gadget, sehingga banyak yang lupa akan hafalannya. “Itu tujuan baik kami mempersiapkan segala sesuatu supaya ananda-ananda ini bisa kembali ke sekolah dan mengingat terus hafalan-hafalannya” terangnya.

Untuk itu, perlombaan yang diadakan dalam momentum Nuzulul Qur’an pada Ramadhan ini diharapkan dapat lebih menambah semangat mereka. “Kita adakan ini selama lima hari, mulai dari tanggal 29 April sampai 4 Mei nanti,” katanya.

Hal ini menunjukkan bahwa pandemi yang masih berlangsung hingga tahun ke-dua bukan Ramadhan ini bukan lah penghalang. Untuk bisa memaknai Ramadan dengan baik, terutama momentum Nuzulul Qur’an.

Pandemi ini pun diakuinya tidak sedikit pun mengurangi kemeriahan memaknai Ramadhan bagi mereka di sana. Kecuali kegiatan outbound yang justru dibatasi supaya tidak banyak interaksi dengan orang di luar kawasan pondok dan sekolah. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional