Cinta Totok Surya kepada Trail, Honda CRF150L Teman Terabas Jalur Ekstrem

Cinta Totok Surya kepada Trail, Honda CRF150L Teman Terabas Jalur Ekstrem

Mataram (Suara NTB) – Motor dual sport atau lumrah disebut motor trail memiliki keunikan tersendiri. Khususnya bagi mereka yang hobi berkendara atau senang terabas, baik di medan off road seperti jalan yang penuh dengan tantangan menanjak, berpasir, bebatuan, berlumpur maupun di jalan raya yang mulus dan hotmix.

Salah satu yang mencuri perhatian yaitu motor trail milik Totok Surya Saputra, SH., MH., Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Sat. Pol PP dan Damkar Kabupaten Lombok Utara yang akrab disapa Totok ini merupakan satu dari sekian pecinta trail. Ia berbagi pengalamannya bersama motor tril kesayangannya Honda CRF150L.

Iklan

Kata Totok, bagi kebanyakan orang, motor CRF150L ini kerap diasosiasikan dengan motor cross dan motor enduro. Motor ini sebenarnya multi, bisa dipakai off road dan juga on road, jadi sama-sama nyaman jika dipakai di jalan raya maupun di medan berbatu. Motor ini didesain untuk postur tinggi rata-rata orang asia. Dilihat dari bodynya yang tinggi dan besar untuk ukuran 150cc dengan bobot 122 kg kuda besi ini tergolong cukup berat.

“Ketertarikan dengan Honda sih sebenarnya sejak dulu, ya cuma kalau saya, khusus untuk trabasnya ini, saya memang dari zaman sekolah juga suka, cuma karena kemarin muncul varian baru dari Honda CRF150L ini, ya saya langsung pilih motor ini, karena memang dari spesifikasinya sendiri dia sudah bisa langsung dipakai terabas, jadi tanpa kita harus ganti macam-macam lah karena dari sokbreckernya sendiri dan dari performa mesinnya, sasisnya dan lain-lain , itu emang udah diperuntukkan untuk trabas, saat itu keluarnya sekitar tahun 2018 dan saya langsung beli tapi belinya gak cash tapi kredit,” tutur Totok sambil menikmati secangkir kopi .

Tak hanya sebagai pemuas hobi terabas, motor CRF150L milik Totok juga sering ia gunakan untuk menemaninya patroli. Menyusuri jalur setapak nan sempit, atau keliling di seputaran pemukiman warga, motor ini lincah dan gesit di medan apapun. Namun tidak hanya CRF150L yang dia miliki, ternyata di rumahnya yang beralamat di Jalan Akasia 3 Karang jangkong Cakranegara ada Honda C70 dan Honda ADV150 keluaran terbaru. Totok memiliki Ibu dari Jogja dan Bapak dari Lombok Narmada memiliki 2 orang anak, yang paling besar masih kuliah di Jogja dan nomor dua duduk dibangku kelas 5 SDN 2 Cakranegara.

Terkait dengan masalah perawatan, Totok menjelaskan sistem perawatannya menggunakan perawatan sesuai dengan standar dealer yakni perawatan berkala. Tapi memang kebanyakan sekarang ini trend sudah banyak dimodif untuk terabas dalam artian ditingkatkan CC (Cubical Centimeternya) kapasitas mesin yang berasal dari kerja piston di dalam silinder mesin pembakaran dalam satuan cm3.

“Honda CRF150L milik saya kebetulan sudah dimodif mesin dan permormannya , saat ini CC motor saya hampir 220cc dari 150cc. Dan tetap menggunakan sparepart dari Honda, cuman emang performa mesin aja ditingkatkan, yang mengerjakannya pun dari mekanik teman-teman Honda sendiri,” katanya sambil menyeruput kopi hitam.

Untuk biaya perawatan sendiri, kata Totok, kalau masih motor standar dirasa tidak banyak biaya yang dihabiskan. “Paling cuma ganti oli saja tapi kalau untuk terabas sendiri, ya membutuhkan perawatan yang tidak sedikit seperti ganti ban, tapi kalau memang dari performa mesin mau ditingkatkan ya lumayan juga habisnya, bisa sampai 10 juta rupiah ke atas, tapi kalau pun tidak di modif atau sifatnya masih standar motor ini sebenarnya bisa aja dipergunakan untuk terabas. Namun, kadang-kadang kita menginginkan yang jalurnya cukup menantang dan terjal dan menanjak kita harus memodif meningkatkan CC dari motor itu sendiri,” ujarnya.

“Satu-satunya motor trail yang sudah tidak menggunakan karbu lagi tapi pakai injeksi. Keuntungannya pada saat trabas di jalur-jalur kita melewati sungai, motornya gak mati tapi kalau motor pakai karbu pasti mati setelah masuk air dan itu sudah kita buktikan setiap mengikuti event , itu bedanya,” demikian ujar Totok. (bul)