CFD Masih Ditiadakan, Masyarakat Tetap Padati Jalan Udayana

Para pejalan kaki memadati salah satu sisi Jalan Udayana, Minggu, 29 November 2020. Meskipun kegiatan CFD belum dibuka secara resmi oleh Pemkot, namun lokasi tersebut masih tetap ramai dikunjungi setiap Minggu pagi oleh pedagang dan masyarakat umum.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, M. Saleh, menekankan pihaknya sampai saat ini belum membuka secara resmi kegiatan hari bebas kendaraan atau car free day (CFD) di Jalan Udayana. Sebelumnya kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Minggu pukul 06.00 – 09.00 Wita tersebut ditutup untuk menekan potensi penularan corona virus disease (Covid-19).

“Kita belum buka CFD, tapi orang memang boleh berolahraga. Ramai berolahraga kan bagus,” ujar Saleh, Minggu, 29 November 2020. Kendati demikian, pihaknya mengakui banyaknya orang yang datang ke Jalan Udayana setiap minggu pagi untuk berolahraga turut memancing banyaknya pedagang yang datang berjualan di sepanjang jalan tersebut.

“Efek dari keramaian itu, banyak pedagang yang ikut datang,” jelasnya. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Mataram jika dibutuhkan penertiban. “Nanti Pol PP yang amankan, kita koordinasinya ke sana. Karena itu sudah jadi ranahnya Satgas Covid-19,” ujar Saleh.

Kendati demikian, keramaian yang muncul saat ini ditekankan masih dapat ditangani dengan penataan langsung. “Supaya tidak berkerumun saja,” ujarnya. Hal tersebut akan dikedepankan untuk menyeimbangkan kebutuhan masyarakat dengan penerapan protokol kesehatan.

Di sisi lain, dibukanya kembali CFD secara resmi menurut Saleh masih menunggu arahan dari Walikota Mataram sebagai Ketua Satgas Covid-19. Meskipun saat ini Kota Mataram didominasi zona kuning pandemi Covid-19, pembukaan kembali CFD diakuinya masih membutuhkan evaluasi. “Kita menunggu perintah. Kita ini baru zona kuning, bukan hijau. Nanti kalau sudah hijau baru kita pertimbangkan lagi (untuk buka) CFD,” tandasnya.

Yani, salah seorang pedagang yang ditemui Suara NTB saat berjualan di Jalan Udayana, Minggu, 29 November 2020 pagi menerangkan meskipun CFD masih ditutup, prospek berjualan di lokasi tersebut cukup menjanjikan. “Masih ramai soalnya. Ada saja yang beli,” ujarnya ditemui saat menjajakan bubur kacang hijau kepada pejalan kaki.

Hal tersebut menjadi alasan utama dirinya tetap berdagang setiap Minggu pagi di Jalan Udayana. “Toh ramai juga di sini (yang jualan). Kalau mau disuruh pakai masker, ya kita pakai,” jelasnya.

Terpisah, Plt. Kasat Pol PP Kota Mataram, Lalu Martawang, menerangkan untuk situasi saat ini seluruh aktivitas kemasyarakatan diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan. “Karena Covid-19 ini penularannya tidak membedakan CFD dengan acara pesta, acara olahraga, atau acara-acara lainnya yang berpotensi terjadi kerumunan,” ujarnya.

Menurutnya, prinsip dasar penangan Covid-19 tetap dilakukan dengan menerapkan secara ketat protokol kesehatan. Terkait potensi keramaian yang terjadi setiap Minggu pagi di Jalan Udayana, pihaknya berharap masyarakat dapat secara sadar menerapkan protokol tersebut, antaral in dengan memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan, dan menghidari kerumunan.

“Itu perlu kita internalkan pada diri setiap kita, untuk menjadi pegangan kita sehari-hari dalam berinteraksi. Lindungi diri, lindungi keluarga dan lindungi masyarakat dari potensi penularan Covid-19,” tandas Martawang. (bay)