Cetak Pilot, NTB Miliki Fasilitas Terlengkap di Indonesia

Capt. Abbas (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB)-Provinsi NTB memiliki daya dukung sebagai daerah terbaik di Indonesia untuk mencetak pilot profesional. Hal ini dikemukan pilot senior asal Yaman, Capt. Abbas Yahya Ali yang merupakan Kepala Sekolah Pilot, Lombok Institute of Flight Technology (LIFT).

Dalam diskusi tentang ruang udara dan aviasi dengan Suara NTB di LIFT, Jumat, 5 Maret 2021, Capt. Abbas mengatakan, keunggulan NTB adalam memiliki fasilitas untuk training calon-calon penerbang sangat lengkap.
NTB memiliki Bandara Internasional Lombok, Bandara Sultan Kaharuddin Sumbawa dan Bandara Sultan Salahuddin Bima. Ketiga bandara ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda untuk melatih calon-calon pilot menjadi penerbang yang profesional.

Iklan

Untuk pelatihan pilot di bandara bertaraf internasional di Lombok Tengah juga memberikan ruang untuk dilakukan terbang malam. Di tempat-tempat lain, latihan terbang malam agak sulit. Karena bandaranya yang padat, atau karakteristik wilayahnya yang diapit pegunungan.
“Calon-calon pilot itu butuh banget untuk dapat experience terbang malam di dalam program sekolah pilot. Dan pelatihan terbang instrumen, itu lengkap sekali di dalam internasional airport Lombok,” imbuhnya.

Ia membandingkan fasilitas tempat latihan sekolah-sekolah pilot lainnya di Indonesia, NTB menurutnya yang paling lengkap. Koneksi tiga bandara di Provinsi NTB menurutnya tidak ditemukan di sekolah penerbangan lainnya. Dengan fasilitas pendukung ini, NTB yang terbaik sebagai rujukan untuk sekolah pilot di Indonesia.
“Alhamdulillah, fasilitas untuk latihan terbang di NTB paling lengkap. Di Jawa punya banyak bandara memang, tapi tidak bisa training sekolah pilot. Karena traffic penerbangan sudah padat sekali, kemudian banyak gunung yang tidak cocok untuk safety. Di NTB semua masuk syarat, semua aman,” kata Capt. Abbas.

Sekolah pilot di NTB satu-satunya di Indonesia Timur adalah LIFT. Fasilitas pendukung untuk sekolah ini juga sudah dinilai oleh Kementerian Perhubungan. Dan cukup lengkap, dan safety untuk pelatihan.

Ada sekitar 13 sekolah penerbangan di Indonesia. Hanya saja, sekitar 5 atau 6 sekolah penerbangan yang masih aktif. Sisanya masih berusaha melanjutkan. Tetapi terbentur fasilitas pendukung pelatihan pilot yang tidak memenuhi.
“Karena itu, Kementerian Perhubungan very-very ketat sekarang. Kalau nggak lengkap fasilitas latihan terbang, ndak boleh. Karena ini menyangkut kualitas lulusan. Walaupun lulus dan punya licence, tapi kalau tidak punya experience yang cukup menjadi pilot, bisa jadi masalah nanti. Dan NTB alhamdulillah, sangat lengkap fasilitasnya,” demikian Capt. Abbas.(bul)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional