Cetak Petani Milenial

Muhammad Riadi (Suara NTB/dok)

PEMERINTAH Pusat menargetkan akan mencetak 2,5 juta petani milenial sampai 2024. Pemprov NTB menyatakan sektor pertanian sekarang sangat menjanjikan, dengan munculnya petani-petani milenial yang sukses di daerah ini.

Pemprov berharap lulusan-lulusan Fakultas Pertanian dapat menjadi motor penggerak pengembangan pertanian modern di NTB. ‘’Jangan lagi mimpi selesai sekolah pertanian menjadi PNS. Itu mestinya sudah tereduksi dengan kondisi sekarang ini,’’ ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB, Muhammad Riadi, S.P., Mec.Dev., dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu, 14 Agustus 2021.

Iklan

Ia mengatakan sekarang sistem pertanian di NTB mulai bergeser ke pertanian modern dengan adanya petani milenial. Petani milenial tidak asal menanam komoditi pertanian. Tetapi sebelum melakukan budidaya, melakukan survei pasar terlebih dahulu.

‘’Jangan hanya menanam tembakau, jagung, padi. Ada komoditi yang lebih menjanjikan, punya nilai ekonomi. Segmen itulah yang ditangkap kaum milenial,’’ katanya.

Riadi mengatakan, wadah untuk petani milenial telah terbentuk di kabupaten/kota di NTB. Rencanaya, Menteri Pertanian akan berkunjung ke NTB untuk menemui petani milenial yang telah sukses di daerah ini.

‘’Hasil pertanian petani milenial seperti pupuk organik. Kemudian ada juga petani kopi organik, petani pestisida hayati. Itu anak-anak muda semua. Beberapa anak muda sudah menaruh harapan di dunia pertanian. Saya lihat trennya bagus. Kalau ditekuni sektor pertanian ini, sangat menjanjikan,’’ tambah Riadi.

Agar menjadi petani milenial yang sukses, kata Riadi, teknik budidaya harus diperbaiki. Kemudian, melakukan survei pasar mengenai komoditas pertanian yang dilirik pasar.

‘’Harapan lulusan sekolah pertanian,  mereka langsung ke sektor pertanian. Mereka anak-anak yang punya pendidikan tinggi menjadi motor penggerak pertanian modern di masyarakat,’’ tandasnya.

Berdasarkan data BPS tahun 2018, jumlah petani di NTB sebanyak 700.972 orang. Dengan rincian 587.387 petani berjenis kelamin laki-laki dan 113.585 perempuan.

Sebanyak 700.972 petani tersebut tersebar di Lombok Barat 63.093 orang, Lombok Tengah 175.683 orang, Lombok Timur 177.408 orang, Sumbawa 75.053 orang, Dompu 43.560 orang, Bima 89.839 orang, Sumbawa Barat 16.088 orang, Lombok Utara 40.251 orang, Kota Mataram 7.340 orang dan Kota Bima 12.657 orang.

Berdasarkan kelompok umur, petani berusia 45 – 54 tahun terbanyak di NTB, yakni 177.387 orang. Kemudian petani usia 35 – 44 tahun sebanyak 175.153 orang, usia 55 – 64 tahun sebanyak 124.399 orang, usia 25 – 34 tahun sebanyak 107.817 orang, usia di atas 65 tahun sebanyak 66.525 orang dan usia di bawah 25 tahun sebanyak 15.094 orang. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional