Cerita Ayah TKW Asal Loteng : Husnul Pergi 11 Tahun Tanpa Kabar

Mataram (suarantb.com) – Hampir 11 tahun bekerja sebagai TKI di Arab Saudi, akhirnya TKW asal Loteng, Husnul Hatimah kembali pulang ke kampung halaman. Namun, sungguh hancur perasaan Amaq Nadi ketika mengetahui putri sulungnya pulang dalam keadaan memprihatinkan.

Saat mengunjungi Husnul di RSUD NTB, suarantb.com menyaksikan sebagian wajah Husnul terlihat membengkak. Terutama bagian bibir yang terlihat jelas mengalami pembengkakan. Meski demikian masih belum jelas penyakit apa yang dideritanya.

Iklan

Keluar dari ruang perawatan, Nadi bersedia mengupas sedikit kisah perjalanan anaknya hingga akhirnya dipulangkan dalam kondisi sakit. Nadi teringat tepatnya setelah menempuh pendidikan SMP Husnul mulai tertarik untuk bekerja ke luar negeri. Tergiur bujuk rayu seorang calo yang disebut bernama Hj Asifah, niat Husnul semakin kuat untuk berangkat.

“Dia berangkat tahun 2006, ada ajakan dari tetangga H Asifah. Dia calo, calo resmi katanya,” ucap Nadi.
Setelah membayar biaya pemberangkatan sekitar Rp 2 juta ditambah dengan bekal biaya perjalanannya, Amaq Nadi dan istri merestui keberangkatan sang anak. Layaknya orang tua yang mengharapkan kabar baik kesuksesan anaknya di tanah rantau, Nadi mengaku setelah meninggalkan Lombok ia kesulitan menghubungi Husnul. Jangankan kiriman uang, telepon atau surat tak pernah diterima keluarganya.

“Selama dia di sana ndak pernah hubungi keluarga. Dia ndak ada kabar, ndak ada telepon, surat, apalagi kirim uang. Bahkan saya minta Hj Asifah buat carikan anak saya, tapi katanya belum ketemu-ketemu,” ceritanya.

Setelah lama menanti, baru-baru ini Nadi mendapat kabar anaknya akan dipulangkan. “Dapat kabar dari polisi atau kantor TKI begitu kalau dia mau dipulangkan. Kata calo dia juga sakit, terus dia sampai di Lombok Selasa minggu lalu, 28 Maret 2017,” katanya.

Ditanya mengenai rincian perjalanan anaknya, Nadi mengaku tidak mengingatnya. Lelaki yang mengaku tidak bisa baca tulis ini tidak mengerti berbagai proses hingga keberangkatan anaknya. Yang diketahuinya hanya Husnul cukup sering bertemu dengan Hj Asifah.

Melihat kondisi anaknya sekarang lelaki paruh baya ini hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah. “Saya cuma bisa berharap bantuan dari pemerintah. Saya bingung anak saya pulang dalam keadaan sakit,” jawabnya lesu.

Sementara itu, Husnul masih belum bisa dimintai komentar. Ia menjawab pertanyaan yang diajukan seadanya karena masih dalam perawatan intensif. Kemungkinan bibirnya yang bengkak juga menyulitkan untuk berbicara. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here