Cemarkan Nama Baik di Medsos, Pejabat Sumbawa Polisikan Akun Facebook ‘’Putri Regina’’

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kepala Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu (KPPT) Sumbawa, Wirawan Ahmad S.Si,. MT mendatangi Polres Sumbawa, Senin, 5 Desember 2016 kemarin. Didampingi kuasa hukum, ia melaporkan akun facebook “Putri Regina” yang dinilai mencemarkan nama baiknya. Dalam akun itu, Wirawan dituduh menerima suap dari beberapa perusahaan di Sumbawa terkait perizinan.

Adapun postingan yang dilontarkan akun facebook ‘’Putri Regina’’ pada 30 November 2016 lalu. Yakni menginformasikan kepada Bupati, Kapolres, dan Kajari bahwa Kepala Kantor Perizinan Sumbawa, Wirawan Ahmad telah menerima banyak suap terkait pengurusan izin usaha retail. Bentuk suap yang diterima adalah pertama uang senilai Rp 20 juta setiap satu bangunan. Kemudian tiket pesawat liburan yang sering digunakan pada saat kunjungan kerja ke luar kota. Selain itu Wirawan juga diduga mendapat voucer belanja dari perusahaan yang nilainya bervariasi.

Iklan

Dalam postingan tersebut, akun ‘’Putri Regina’’ menegaskan bahwa keterangan dan pengakuan tersebut diperolehnya dari salah satu perusahaan. Di mana setiap kali pertemuan sering dilakukan di Mataram. Dalam pembicaraan itu pun Kepala KPPT disebutkan sering kali berbicara atas nama bupati. “Semoga dengan adanya info dari kami ini dapat ditindaklanjuti,” tutup akun ‘’Putri Regina’’ diakhir postingannya.

Kepala KPPT Sumbawa, Wirawan Ahmad, S.Si,. MT merasa keberatan atas adanya postingan tersebut. Menurutnya yang disebutkan itu tidaklah benar. Jangankan menerima suap seperti itu, hal-hal yang normal saja, ia masih berfikir. Misalnya menggunakan fasilitas kantor. “Postingan itu tidak benar. Makanya ini saya lapor sebagai wujud ikhtiar saya untuk menjaga nama baik pribadi dan nama baik institusi. Yang jelas tidak benar,” jawabnya singkat kepada wartawan usai melapor di Polres Sumbawa.

  Masyarakat Diminta Awasi Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Komisioner KPID

Sementara itu, Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK yang dikonfirmasi terpisah mengakui telah menerima laporan tersebut. Hal ini tetap ditindaklanjuti. Namun untuk menanganinya, pihaknya akan meminta bantuan ke Polda. Mengingat di Polda  sendiri ada Sub Direktorat yang menangani masalah kejahatan di dunia maya. “Laporannya kita sudah terima. Untuk penanganannya, penyelidikan, data dan lainnya kita minta bantuan ke Subdit II Direktorat Kriminal Khusus Polda yang menangani masalah Cyber Crime,” ujarnya.

Menurut Kapolres, untuk mengungkap siapa pemilik akun tersebut cukup sulit. Apalagi akun tersebut bukanlah nama sebenarnya dari pengguna. Tetapi minimal keberadaannya bisa dideteksi. ‘’Rata-rata yang berbuat kejahatan tidak menggunakan namanya dia. Pasti menggunakan nama orang lain atau nama sembarangan. Tetapi kita bisa mengetahui keberadaan orang itu dimana,’’ pungkasnya. (ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here