Cegah Virus Omicron, Isolasi Terpusat akan Diaktifkan Bagi PMI

I Nyoman Suandiasa. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram berencana mengaktifkan kembali isolasi terpusat khusus bagi Pekerja Migran Indonesia Kota Mataram yang datang dari luar negeri. Tujuannya mencegah masuknya varian baru Covid-19 atau virus omicron.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suandiasa menjelaskan, salah satu yang menjadi materi pembahasan pada rapat bersama Satgas Covid-19 Nasional adalah bagaimana tata kelola pencegahan dan penanganan penularan virus corona pada libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Termasuk skenario pencegahan virus Omicron di Indonesia, terutama di Kota Mataram.

Iklan

Menurutnya, Pemkot Mataram sudah memiliki pengalaman untuk menangani pandemi. Jika mengacu dan mengaca standar operasional prosedur pencegahan dan penanganan Covid-19 yakni dengan mengaktifkan kembali isolasi terpusat. Isolasi terpusat sebagai tempat karantina Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru datang dari luar negeri. “Apakah kita mau pakai Wisma Nusantara atau hotel tergantung kebijakan Pak Walikota nantinya,” kata Nyoman dikonfirmasi, Selasa, 30 November 2021.

Meskipun belum mendapatkan laporan jumlah PMI yang datang dari luar negeri. Kata Nyoman, biasanya pada akhir tahun para pejuang devisa negara memilih balik ke daerah karena berbagai faktor. Namun demikian, Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 yang meniadakan cuti Nataru diharapkan efektif mencegah mobilitas warga bepergian ke luar daerah. “Sejauh ini, belum ada varian baru masuk dan mudah – mudahan tidak ada,” harapnya.

Untuk kasus terkonfirmasi positif Covid-19 masih nol. Adapun satu orang yang terdeteksi positif Covid-19 saat mau melakukan perjalanan ke Yogyakarta. Satgas Covid-19 langsung menangani dengan baik dan mentracing, tetapi tidak ada yang terkonfirmasi positif. Disatu sisi, ia mensyukuri 325 lingkungan di Mataram masih zona hijau.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, H. Rudi Suryawan mengaku, PMI asal Kota Mataram yang datang dari luar negeri hampir ada setiap harinya. Tetapi jumlahnya tidak banyak dibandingkan dari kabupaten/kota di NTB. Para pahlawan devisa itu, terlebih dahulu menjalankan isolasi terpusat di Jakarta atau Surabaya. “Jadi ketika balik ke keluarganya sudah benar – benar dalam kondisi sehat,” ucapnya. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional