Cegah Proyek Infrastruktur Mangkrak, Waspadai Modus Kontraktor Pinjam Bendera

Proyek pembangunan Jembatan Olor Gedang Cs yang mangkrak di Sembalun Lombok Timur. Tampak material beton untuk konstruksi jembatan yang masih berserakan di lokasi. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Mangkraknya pembangunan dua jembatan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Sembalun perlu dijadikan pelajaran. Pembangunan Jembatan Olor Gedang Cs yang mangkrak di Sembalun Lombok Timur dipastikan akan dilanjutkan tahun 2021 ini.

Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah NTB Kementerian PUPR agar lebih selektif lagi dalam memilih kontraktor. Karena ada dugaan proyek yang bermasalah karena kontraktor pinjam bendera.

Iklan

‘’Karena modusnya, diduga itu pinjam bendera. Itu biasanya, sering macet pekerjaannya. Karena biasanya, bukan kontraktor aslinya yang melakukan pekerjaan itu. Benderanya diduga dipinjam. Seperti itu indikasi modusnya,’’ ujar Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ahmadi, SP-1., dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 4 Agustus 2021 terkait kelanjutan pembangunan sejumlah proyek nasional yang mangkrak di NTB.

Menurut Ahmadi, indikasi adanya kontraktor yang meminjam bendera dapat dilihat saat proses pengadaan barang dan jasa. Biasanya, kontraktor yang pinjam bendera menggunakan surat kuasa direktur.

‘’Itu ciri-ciri bendera dipinjam. Dapat dicurigai nanti akan menjadi perusahaan pinjaman. Artinya, di Balai Pengadaan yang harus lebih teliti. Kalau BPJN pasti ingin pekerjaannya mulus, sempurna. Tapi belum tentu mendapatkan mitra atau kontraktor yang baik. Tergantung dari hasil pengadaan barang jasa,’’ katanya.

Terkait kelanjutan pembangunan dua jembatan nasional di Sembalun yang macet, Ahmadi mengatakan pihaknya sudah mengkomunikasikan dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Mataram. Ia mengatakan BPJN juga menyayangkan proyek senilai Rp16,67 miliar tersebut tidak berjalan sesuai schedule.

‘’Tapi mereka responsif juga. Dengan tidak terserapnya anggaran itu, akhirnya diambil tindakan blacklist kontraktor dan revisi anggaran. Dan sekarang sudah dalam proses pelelangan pelaksanaan pembangunannya. Tahun 2021 akan kembali dilanjutkan pembangunannya,’’ kata mantan Sekretaris Dinas PUPR NTB ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan dua jembatan nasional di Sembalun, Lombok Timur (Lotim) mangkrak. Proyek dengan nama penggantian Jembatan Olor Gedang Cs, dianggarkan sebesar Rp21,96 miliar oleh Kementerian PUPR Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi NTB tahun 2020 dengan nilai kontrak Rp16,67 miliar.

Tender proyek pembangunan Jembatan Olor Gedang diikuti sebanyak 89 peserta dan dimenangkan oleh PT. Promix Prima Karya asal Bandung Jawa Barat. Hingga saat ini, proyek tersebut masih mangkrak.

Proyek tersebut dikerjakan dengan skema multiyears. Hanya saja, selama 7 bulan pelaksanaan di lapangan pada 2020, progresnya hanya 2 persen. Sedangkan, kontraktor sudah mendapatkan uang muka sebesar 15 persen dari nilai kontrak. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional