Cegah Pernikahan Dini, Kemenag Lobar Programkan Binwin

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lobar, H. Jalalussayuthy.

Giri Menang (Suara NTB) -Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Barat (Lobar) yang baru, H. Jalalussayuthy S.S., M.Pd., memberikan atensi serius terhadap kasus pernikahan dini di kalangan pelajar, termasuk ada yang melibatkan santriwati seperti di wilayah Sekotong. Karena itu untuk menekan kasus ini, pihaknya memprogramkan Pembinaan Pra Perwakilan (Binwin).

“Ini (kasus pernikahan dini) jadi perhatian semua pihak, termasuk lebih-lebih kami di Kemenag. Makanya itu ada salah satu program yang kami laksanakan adalah program namanya Binwin,” terang dia, Selasa, 27 Oktober 2020. Program Binwin ini dilaksanakan di seluruh KUA di 10 kecamatan di Kabupaten Lobar.

Iklan

Saat ni tengah berlangsung Binwin di Kecamatan Narmada, selanjutnya di Kecamatan Gunung Sari, Lingsar, dan terakhir di Kecamatan Batulayar. Pihaknya memberikan sosialisasi mengenai perwakilan sesuai dengan aturan terkait usia pernikahan pada usia 19 tahun. Kalau di bawah usia itu, maka pasangan tidak akan bisa mendapatkan izin atau akte nikah. Bahkan mereka baru bisa dinikahkan kalau ada rekomendasi dari pengadilan agama. “Ini Kan berat,”ujar dia.

Dalam sosialisasi ini pihaknya menggandeng pihak terkait seperti Dinas kesehatan, BP2KBP3A, BKKBN, dan pihak terkait lainnya.

Pihaknya sendiri mendukung penuh langkah Pemda yang menjatuhkan sanksi pidana bagi perangkat yang terlibat memfasilitasi pernikahan dini. Ke depan, ia mendukung kalau ada oknum yang terlibat memfasilitasi pernikahan dini tersebut. Menurutnya terjadinya pernikahan dini ini dampak belajar dari rumah. Karena itu pihak Kemenag sendiri membantu program Belajar dari Rumah (BDR). Supaya anak didik memiliki kesibukan selama di rumah, agar terhindar dari kasus pernikahan dini. (her)