Cegah Penyebaran Covid-19, Pasar Hewan Selagalas Ditutup

Petugas dari Dinas Pertanian bersama aparat kepolisian dari Polresta Mataram menutup Pasar Ternak Selagalas, Kamis, 26 Maret 2020. Penutupan pasar hewan ini mencegah penularan virus corona. (Suara NTB/ist).

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pertanian Kota Mataram menutup sementara pasar hewan Selagalas. Penutupan itu sebagai upaya memutus penyebaran covid-19. Pemenuhan daging lokal pengusaha diminta mendatangi peternak.

Langkah penutupan sementara pasar ternak dikoordinasikan dengan Polresta Mataram. Dinas Pertanian mengikuti arahan atau imbauan dari Kapolri, Gubernur serta Walikota Mataram. Kebijakan ini dipahami sebagian besar oleh pedagang. Sebelumnya, pemerintah telah mensosialisasikan agar mengurangi sebanyak mungkin kerumunan dan sejenisnya.’

Iklan

“Pedagang sudah tahu. Kita sudah sosialisasi hari Selasa itu,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli, Kamis, 26 Maret 2020.

Dikatakan, pasar ternak akan dibuka kembali setelah melihat perkembangan serta situasi dan kondisi. Di samping itu, menunggu maklumat dari pemerintah. Untuk kebutuhan daging sapi telah dikoordinasikan dengan pedagang. Seminggu ke depan masih tersedia.

Pengusaha juga berjanji untuk dua minggu berikutnya akan mendatangkan datang dalam jumlah besar. “Saya sudah diminta menandatangani rekomendasi untuk mendatangkan daging. Dan, saya tidak permasalahan karena pengaturannya harus demikian,” jelasnya.

Soal pasokan daging sapi lokal di rumah pemotongan hewan (RPH), kata Mutawalli, para jagal atau pengusaha diminta membeli sapi langsung ke peternak di desa – desa. Jagal diyakini telah memiliki langganan, sehingga harganya lebih murah dan tidak terbebani oleh biaya tambahan lainnya.

Selain pasar ternak di Selagalas, Dinas Pertanian juga akan menutup pasar burung di Kota Mataram. Namun demikian, ia meminta waktu mensosialisasikan kepada para pedagang. “Dari hasil rapat juga ada permintaah itu. Saya minta dua – tiga hari untuk sosialisasi dulu,” ucapnya.

Kebijakan menutup pasar burung adalah, pertama, sebagai besar pasar burung di Lombok Timur dan Lombok Tengah juga ditutup. Kedua, hewan bukan kebutuhan pokok, sehingga ditutup berdasarkan permintaan masyarakat. Terakhir, memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona.

Mutawalli menegaskan, Pasar Panglima di Kelurahan Cakra Barat dikhawatirkan oleh masyarakat setempat sebagai tempat penyebaran covid-19. Masyarakat dari berbagai tempat berinteraksi secara langsung. (cem/*)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional