Cegah Penyalahgunaan Obat Keras, Orang Tua Diminta Mengawasi

Mataram (suarantb.com) – Untuk mencegah penyalahgunaan obat keras oleh para pelajar menyusul ditemukannya 28 pelajar SMP Kota Mataram kedapatan menggunakan obat keras jenis thramadol , para orang tua diminta untuk mengawasi anak-anaknya. Imbauan ini disampaikan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Kamis, 27 Oktober 2016.

Ahyar mengatakan, keterlibatan masyarakat dan orang tua dalam pengawasan anak dianggap hal yang paling penting bagi perkembangan mental anak. Ia menegaskan perlu juga pembinaan intensif bagi pelajar Kota Mataram terkait permasalahan tersebut, baik oleh dinas terkait maupun keluarga siswa.
“Jika masyarakat dan orang tua tidak memberikan perhatian secara langsung dalam hal ini, bisa jadi hal-hal serupa akan terjadi lagi,” terangnya.

Iklan

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram juga harus berupaya keras mencegah terjadinya hal serupa. Menurutnya, pendidikan dan pembinaan mental anak-anak Kota Mataram pun harus menjadi perhatian serius. Sebab, pengaruh buruk lingkungan dan pergaulan dapat menimbulkan anak berperilaku menyimpang.

Hal yang sama juga disampaikan Kapolres Mataram, Heri Prihanto. Masyarakat harus ikut bekerja sama dengan kepolisian dan pemerintah untuk menjaga keamanan. Menurutnya, permasalahan ini tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian.

Jika masyarakat tak turut serta membangun kepedulian, peredaran obat keras atau bahkan narkoba tak bisa ditangani maksimal. Bahkan dapat melibatkan anak-anak di bawah umur.

“Dari stakeholders lainnya yang paling kecil yaitu keluarga, itu yang penting. Mari kita bersama-sama menangani hal ini,” pesannya.
Selama ini, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan hingga ke tingkat sekolah. Kepolisian juga telah melakukan penelusuran sumber peredaran obat-obat keras.

“Kita sedang menelusuri distribusi obat keras ini. Dari mana disuplai. Obat keras ini kan tipe G, tidak sembarang beredar,” ungkapnya. (rdi)