Cegah Penularan ‘’Unknown’’ Hepatitis, Pemprov NTB akan Surati Semua Sekolah

0
Hj. Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/ham)

Mataram (Suara NTB) – Meski kasus penyakit misterius atau ‘’Unknown Hepatitis’’ belum ditemukan di NTB, Pemprov NTB tidak ingin kecolongan. Pemprov NTB melalui Dinas Kesehatan (Dikes) akan menyurati seluruh sekolah di NTB, mulai dari tingkat TK hingga jenjang SMA agar mewaspadai penyakit yang lebih banyak menyerang anak-anak ini.

Menurut Asisten III Setda NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, SpA., dalam surat ke sekolah itu agar pihak sekolah mengimbau orang tua anak didik untuk membawa bekal dari rumah atau anak tidak jajan di sekolah.

IKLAN

‘’Surat imbauan ini berupa kewaspadaan dan pencegahan. Jadi itu kita imbau anak anak sekolah bawa bekal dan tidak usah jajan di sekolah. Bagaimana pun yang disiapkan orang tua pasti lebih steril. Pertanyaannya? apakah virus ini masuk bersama makanan? Karena penelitian belum selesai, kami belum bisa bilang. Tapi hal-hal yang terkait penularan Hepatitis A,B, C dan D itu kita jadikan kewaspadaan,’’ ungkapnya pada wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 11 Mei 2022. .

Terkait penyakit yang menyerang anak-anak di sejumlah daerah di Indonesia dan dunia, ujar mantan Kepala Dinas Kesehatan NTB ini, hasil penelitian Kementerian Kesehatan dan organisasi profesi terkait belum selesai. Artinya, sampai sekarang ini belum bisa diumumkan jenis apa penyakit yang menyerang.

Karena itu, tambahnya, langkah -langkah yang dilakukan pemerintah sekarang ini lebih ke arah pencegahan. Karenanya, Dikes akan membuat imbauan kepada seluruh sekolah, karena virus ini banyak menyerang anak-anak.

Dicontohkannya, penyakit Hepatitis A menular lewat makanan. Atas dasar itu, pihaknya meminta orang tua untuk menjaga makanan anak-anak. Namun, ada juga yang lewat cairan tubuh, transfusi, jarum suntik. ‘’Namun itu kan berada di ranah tenaga kesehatan, itu pemerintah yang mengendalikan. Tapi kalau lewat makanan, kebersihan tangan itu ranahnya seluruh lapisan masyarakat,’’ ujarnya.

Meski demikian, NTB pernah menjadi daerah dengan kasus tertinggi Hepatitis B di Indonesia. Dari hasil penelitian sejak tahun 1981 hingga 1985, banyak anak-anak di NTB waktu itu ditemukan menderita penyakit Hepatitis B. Atas dasar itu, pemerintah pusat kemudian mulai melakukan vaksinasi secara massal anak-anak di NTB sejak tahun 1988.

‘’ Mulai 1988, 1990, semua anak sudah divaksin Hepatitis, sehingga anak-anak dengan kasus Hepatitis B itu menurun sekali. Tapi ada yang muncul, yakni Hepatitis A yang bersumber lewat makanan. Tapi semakin ke sini semakin sedikit, kalau dulu banyak anak-anak yang terkena Hepatitis, karena kondisi kebersihan dan lingkungan yang tidak sehat,’’ ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau sekolah sekolah, pondok pesantren di NTB mengawasi dan mengimbau anak muridnya agar membawa bekal ke sekolah, sehingga bisa terhindar dari berbagai penyakit yang kemungkinan bisa menjangkit.

Untuk diketahui, ujarnya, gejala umum terkait Hepatitis ini adalah, demam tapi ringan, mual, muntah,diare dan diikuti mata yang berwarna kuning.

‘’Jadi kalau orang tua jika mendapati anaknya ada yang demam diikuti lemas segera diperiksa. Kalau ada peningkatan fungsi hati, darah diambil dan dikirim ke Jakarta. Karena hanya di Jakarta ada laboratorium yang mendeteksi Hepatitis unknown ini. Sementara kalau Hepatitis A, B, C dan D, penelitian bisa dilakukan di NTB,’’ terangnya. (ham)

IKLAN