Cegah Klaster Covid Lebaran, Pawai Takbiran dan Salat Idul Fitri Terbuka Ditiadakan

Bupati KLU H. Djohan Sjamsu menggelar jumpa pers terkait ditiadakannya pawai  takbiran dan Salat Idul Fitri di Lapangan Tanjung, Senin, 10 Mei 2021. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengeluarkan kebijakan larangan terhadap aktivotas yang berpotensi memancing keramaian saat perayaan Hari Raya Idul Fitri. Kebijakan tersebut meliputi, ditiadakannya Pawai Takbiran Keliling masyarakat pada malam Idul Fitri. Sementara, tepat pada 1 Syawal, Pemda KLU memutuskan untuk meniadakan gelaran ibadah Salat Idul Fitri secara terbuka di lapangan umum Tanjung seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH., dalam jumpa pers jelang akhir Ramadhan, Senin, 10 Mei 2021.

Iklan

Didampingi Plt. Kabag Kesra, H. Ruba’in dan Kabag Humas Prokotol Setda KLU, Mujadid Muhas, MA., Djohan menyampaikan tradisi umat Muslim yang biasa dilakukan menyambut Idul Fitri tidak bisa dilakukan seperti sebelumnya. Pemda membatasi aktivitas yang bisa memicu kerumunan, baik sebelum, setelah maupun pada hari H Idul Fitri.

“Daerah kita masih dilanda Covid 19. Untuk mencegah penularan dan penambahan jumlah kasus, maka Pawai Takbiran ditiadakan. Begitu pula, Salat Idul Fitri di lapangan, tidak kita lakukan,” ujar Djohan.

Bupati mencatat, sampai Senin kemarin jumlah konfirmasi kasus Covid di KLU sebanyak 23 orang. Sebarannya merata di 5 kecamatan. “Ada 1 desa yang masih zona merah, yaitu Desa Anyar. Desa lainnya ada di zona kuning,” sambungnya.

Bupati mengajak, semua masyarakat Lombok Utara untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Khusus di tempat ibadah, Salat Idul Fitri pada hari 1 Syawal itu juga dilaksanakan dengan memperhatikan kapasitas daya tampung masjid. (ari)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional