Cegah Klaster Covid-19 Nataru

Mohammad Iqbal. (Suara NTB/Polda NTB)

PROVINSI NTB menyiapkan skema dan strategi penanganan Covid-19 saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Jalur pintu masuk wilayah diperketat protokol kesehatannya. Demikian juga pada pembatasan kegiatan masyarakat di tempat rawan kerumunan.

“Kita tidak boleh underestimate apalagi ada varian baru Omicron. Kita paham bahwa keselamatan masyarakat nomor satu,” tegas Kapolda NTB Irjen Pol Mohamamd Iqbal, Rabu, 1 Desember 2021.

Iklan

Strateginya dengan memedomani Inmendagri No62/2021 tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 ada saat Natal tahun 2021 dan Tahun Baru 2022. Tindaklanjutnya nanti dalam bentuk surat edaran Gubernur NTB dan masing-masing Walikota atau Bupati. “Ini sedang digodok,” ucapnya.

Pada pokoknya, aturan ini nanti memberi perhatian pada sejumlah aktivitas masyarakat. Seperti pengetatan pada pintu-pintu masuk, aturan kegiatan sosial dan keagamaan, serta aktivitas tempat wisata.

“Kita tidak mau situasi ini berkembang menjadi klaster baru. Kita tangani secepat mungkin di hulunya dengan melakukan pembatasan-pembatasan,” tegas jenderal bintang dua ini.

Pembatasan ini pada sejumlah sektor. Antara lain waktu operasional, jenis kegiatannya, serta persyaratan teknisnya. Iqbal menggarisbawahi, perayaan Natal dan Tahun Baru akhir tahun ini atensinya tidak hanya pada aspek gangguan keamanan. Tetapi juga mencegah penyebaran Covid-19.

“Initnya akan ada aturan bahwa malam tahun baru dan natal tidak seperti bisa sebelum Covid-19. Ada pembatasan masyarakat, nanti juga kita tempatkan pos pantau untuk memastikan protokol kesehatan tetap terjaga,” urainya.

Maka dia mendorong agar surat edaran berdasarkan Inmendagri dapat segera diterbitkan. Sehingga memiliki keluangan waktu untuk sosialisasi kepada masyarakat demi kelancaran pelaksanaan aturannya.

“Saya kira masyarakat NTB akan paham. Yang penting edaran gubernur dan semua bupati walikota satu narasi kemudian kita sosialisasikan,” tutup Kapolda.

Inmendagri No62/2021 memberi pedoman penanganan Covid-19 selama tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Antara lain aktivasi posko PPKM mikro di berbagai tingkat mulai RT/TW, perkuatan 5M dan 3T.

Percepatan vaksinasi khususnya lansia sekurangnya sampai akhir Desember 2021, koordinasi semua elemen masyarakat dan pemerintah, sosialisasi peniadaan mudik, pengetatan arus pekerja migran Indonesia.

Pengetatan protokol kesehatan di tiga tempat, yakni gereja tempat ibadah Natal, tempat perbelanjaan, dan tempat wisata lokal dengan kebijakan PPKM Level 3; pelarangan cuti ASN dan pegawai BUMN; penundaan cuti bagi buruh dan karyawan.

PPKM level 3 pada acara pernikahan dan sejenisnya; penutupan alun-alun; rekayasa pusat keramaian masyarakat; mengoptimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi; pengawasan pelaku perjalanan; pengetatan di pusat perbelanjaan dan tempat wisata; serta pengaturan protokol kesehatan di tempat ibadah. (why)

Advertisement