Catatan Akhir Tahun Polresta Mataram, Kasus 3C Menurun Siginifikan

Para pelaku kriminalitas jenis 3C dihadirkan dalam konferensi pers akhir tahun Polresta Mataram, Senin, 28 Desember 2020.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) –Wilayah hukum Polresta Mataram terpantau kondusif sepanjang 2020 ini. Kasus kriminalitas menurun siginifikan semasa pandemi Covid-19 sampai 22 persen. “Tingkat penyelesaiannya 70,67 persen,” sebut Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto, Senin, 28 Desember 2020.

Guntur menjelaskan, kasus kriminalitas tercatat terjadi sebanyak 883 kasus. 624 kasus diantaranya dapat diselesaikan. Penurunannya 22 persen dari 1.237 kasus yang terjadi di tahun 2019. “Dari 883 kasus ini, kasus yang menjadi keresahan masyarakat antara lain pencurian dengan pemberatan dan Curanmor,” ucapnya.
Kasus pencurian dengan pemberatan tercatat terjadi sebanyak 142 kasus pada tahun 2019. Menurun jadi 120 kasus di tahun 2020 ini. sementara Curanmor 87 kasus pada tahun 2020, dari sebelumnya 313 kasus pada tahun 2019. “Ini menurun drastis,” kata Guntur.

Kasus 3C Curat, Curanmor, dan Curas tetap menjadi atensi untuk ditekan. Gabungan tiga jenis kriminalitas ini selalu mendominasi angka penyelidikan. Modus-modus yang dipetakan diantaranya, Curat didominasi modus merusak pintu dan pagar; Curanmor modus rusak kunci; dan Curas modusnya penghadangan dan jambret.

Curat banyak terjadi di kawasan perumahan dan pertokoan dalam rentang waktu pukul 00.00 sampai pukul 03.00 dini hari; Curanmor di kawasan perumahan, indekos, parkiran kendaraan, dan tempat ibadah yang paling banyak terjadi pada waktu antara pukul 12.00 sampai 18.00. Kemudian Curas modus jambret dan penghadangan banyak dilakukan pada pukul 21.00 sampai 24.00 petang. “Kami harap masyarakat lebih mawas diri dengan jangan lengah sehingga membuat pelaku mempunyai kesempatan berbuat pidana,” kata Guntur.

Guntur menyebut kasus yang banyak menyita perhatian yakni dugaan pembunuhan mahasiswi S2 Fakultas Hukum Unram Linda Novitasari pada Juli lalu. Yang awalnya disamarkan dengan modus gantung diri. Pelakunya diduga kekasih Linda sendiri, Rio. “Ini kasus murni pembunuhan berencana. Saat ini sedang berproses. Kasusnya sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum,” tandasnya. (why)